Senin, 27 Juli 2015

Kisah Sirah Nabawiyah - KEBERKAHAN - 32

KEBERKAHAN


Keberkahan yang dibawa Muhammad kecil tidak berhenti sampai disitu, Saudaraku tercinta. Dalam perjalanan kembali ke Dusun Bani Sa'ad, kembali terjadi hal yang mengherankan.

"Suamiku,tidakkah engkau melihat terjadi hal yang aneh pada keledai tungganganku?" tanya Halimah.

"Saat kita pergi, keledai ini berjalan pelan sekali," Harits menanggapi, "tetapi, kini ia dapat berjalan cepat seolah tak kenal lelah. Padahal beban yang dibawa cukup berat."

Saudaraku tercinta,keledai itu berjalan cukup cepat sehingga bisa menyusul dan melewati rombongan wanita Bani Sa'ad lainnya yang sudah berjalan lebih dulu.

"Halimah putri Abu Dhu'aib!" panggil para wanita keheranan, " tunggulah kami!
Bukankah ini keledai yang engkau tunggangi saat engkau pergi?"

"Demi Allah, begitulah," balas Halimah," ini memang keledaiku yang dulu."
"Demi Allah, keledaimu kini bertambah perkasa!"
Ketika tiba dirumah, Halimah dan Harits tambah terkejut.
"Sepetak tanah kita!" Bisik Halimah tidak percaya.
"Sepetak tanah kita jadi begitu hijau dan subur! Padahal, saat kita berangkat, tak ada sepetak tanah pun yang lebih gersang dari ini!"

"Domba-domba juga! seru Harits,"Domba-domba kita jadi gemuk dan susunya penuh. Kini kita dapat memerah dan meminum susu mereka setiap hari."

Begitulah keberkahan yang mereka terima selama mengasuh Muhammad. Namun, dua tahun pun berlalu, kini tiba saat mengembalikan Muhammad kepada ibunya.

*********** to be continued ***********


Ensiklopedia Mini :

Kakak Angkat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Anak-anak Halimah dan Harits adalah saudara sesusuan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa sallam. Mereka adalah Abdullah, Unaisah,dan Syaima. Syaima bahkan ikut mengasuh Muhammad. Nama asli Syaima adalah Hudzafah atau Judzamah. Kelak dalam perang melawan kota Tha'if, Syaima tertawan pasukan Islam. Namun Rasulullah Sallallahu 'Alaihi Wa sallam, memperlakukannya dengan sangat hormat dan mengembalikan kakak angkat beliau itu kepada keluarganya.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku, jilid ke-1 ( Kelahiran Rasulullah ) hal.64-65

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Kisah Sirah Nabawiyah - YANG MENYUSUKAN- 30

 " YANG MENYUSUKAN "

    Saudaraku tercinta, saat itu di kalangan bangsawan Arab sudah berlaku tradisi yang baik, yakni mencari wanita - wanita desa yang bisa menyusui anak-anaknya. Anak-anak disusukan di pedalaman agar terhindar dari penyakit, memiliki tubuh yang kuat, dan agar dapat belajar bahasa Arab yang murni di daerah pedesaan.

   Tidak lama kemudian, ke Mekah datanglah serombongan wanita dari Kabilah Bani Sa'ad mencari bayi untuk disusui. Di antara mereka ada seorang ibu bernama Halimah binti Abu Dzu'aib.

    "Suamiku,"panggil Halimah,"Tahun ini sungguh kering, tak ada tersisa sedikitpun hasil panen di kampung halaman kita. Lihat, unta tua kita tidak lagi menghasilkan susu sehingga anak-anak menangis pada malam hari karena lapar."

    "Semoga kita mendapat bayi seorang bangsawan kaya yang dapat memberi kita upah yang layak untuk menanggulangi kesengsaraan ini." Jawab sang suami.

    Namun, harapan mereka tak terkabul, hampir semua bayi bangsawan kaya telah diambil oleh teman-teman serombongan mereka. Hanya satu bayi dalam gendongan ibunya yang mereka temui.

    "Namanya Muhammad," Kata Aminah kepada pasangan tersebut. "Ia anak yatim. Tinggal aku dan kakeknya yang merawatnya."

    Halimah dan suaminya, Al Harits bin Abdul Uzza, saling berpandangan. Mereka enggan menerima anak yatim karena tidak ada ayah yang dapat memberi mereka upah yang layak. Pasangan tersebut menggeleng dan pergi mencari bayi lain. Aminah memandangi bayi dalam dekapannya dengan sendu. Setiap wanita Bani Sa'ad yang ditawarkan menyusui Muhammad menolaknya karena ia anak yatim.

---------to be continued---------

Ensiklopedi mini

Tsuwaibah
Sebelum kedatangan para wanita Bani Sa'ad, Muhammad disusui Tsuwaibah, budak perempuan Abu Lahab.
Muhammad cuma beberapa hari disusui oleh Tsuwaibah. Namun, sepanjang hidupnya, Beliau memperlakukannya dengan baik sekali.


Sumber: Buku Muhammad Teladanku, jilid 1 ( kelahiran Rasulullah) halaman 60-61.

#SygmaDayaInsan
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Kisah Sirah Nabawiyah - KELAHIRAN MUHAMMAD - 29

KELAHIRAN MUHAMMAD

Pada hari Senin pagi tanggal 12 Rabiul Awwal pada tahun yang sama dengan penyerbuan Abrahah (tahun Gajah), Aminah melahirkan seorang bayi laki-laki. Saat itu bertepatan dengan bulan Agustus tahun 570 Masehi. Sebagian pendapat mengatakan bahwa Aminah melahirkan pada tanggal 20 atau 21 April tahun 571 Masehi.

Aminah mengutus seseorang sambil berkata, "Pergilah kepada Abdul Muthalib dan katakan, 'Sesungguhnya telah lahir bayi untukmu. Oleh karena itu, datang dan lihatlah'."

Abdul Muthalib bergegas datang. Ketika mengambil bayi itu dari pelukan Aminah, dadanya bergemuruh dipenuhi rasa sayang.

"Kehadiranmu mengingatkan aku kepada ayahmu. Sungguh, di hatiku kini dirimu hadir sebagai pengganti Abdullah."

Dengan penuh rasa syukur, orang tua itu menggendong cucunya berthawaf, mengelilingi Ka'bah. Kali ini tidak kepada berhala, tetapi kepada Allah swt. Abdul Muthalib berdoa dan bersyukur.

"Aku memberimu nama Muhammad," kata Abdul Muthalib.

Muhammad berarti 'terpuji', sebuah nama yang tidak umum di kalangan masyarakat Arab, tetapi cukup dikenal.

Kemudian, ia memerintahkan orang untuk menyembelih unta dan mengundang makan masyarakat Quraisy.

"Siapa nama putra Abdullah, cucumu itu?" tanya seseorang kepada Abdul Muthalib.

"Muhammad."

"Mengapa tidak engkau beri nama dengan nama nenek moyang kita?"

"Kuinginkan ia menjadi orang yang terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhluk-Nya di bumi," jawab Abdul Muthalib.


*Ensiklopedia Mini

Cahaya Aminah

Ketika Aminah mengandung Nabi Muhammad saw, ia melihat seberkas sinar keluar dari perutnya dan dengan sinar tersebut ia melihat istana-istana Busra di Syam.



Sumber :
Buku Muhammad Teladanku
Jilid 1 (Kelahiran Rasulullah)
Halaman 58-59

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Kisah Sirah Nabawiyah -KEMATIAN ABDULLAH-28

" KEMATIAN ABDULLAH"

Bersama Kafilah dagang, Abdullah tiba di Gaza. Kemudian, dalam perjalanan pulang, ia singgah di Yatsrib. Di sana, ia tinggal bersama saudara-saudara ibunya. Namun, ketika kawan-kawannya dari Mekah hendak mengajaknya pulang, Abdullah jatuh sakit.

"Rasanya, aku tak akan kuat menempuh perjalanan pulang," kata Abdullah kepada kawan-kawannya. "Kalian berangkatlah dan sampaikan pesan kepada ayahku bahwa aku jatuh sakit."

Kawan-kawannya mengangguk, "Akan kami sampaikan pesanmu. Baik-baiklah engkau di sini."

Kafilah Mekah pun beranjak pulang. Ketika tiba di rumah, mereka menyampaikan pesan Abdullah kepada Abdul Muthalib.

"Harits!" panggil Abdul Muthalib kepada putra sulungnya. "Pergilah ke Yatsrib. Lihatlah keadaan adikmu. Jika sudah sembuh, jemputlah ia pulang."

Harits pun segera berangkat. Ketika tiba di rumah paman -pamannya di Yatsrib, yang ditemuinya adalah wajah-wajah duka.

"Abdullah telah meninggal," kata mereka kepadanya, " mari, kami antar engkau ke pusaranya."

Harits pun menyampaikan berita sedih itu ke Mekah. Melelehlah air mata di pipi Abdul Muthalib. Namun, kesedihan yang paling berat dirasakan oleh Aminah. Apalagi saat itu ia tengah menantikan kelahiran bayinya.

"Selamat jalan, Kanda, "isak Aminah, "hilanglah seluruh kebahagiaan hidupku bersamamu. Kini, tinggallah aku yang hidup untuk membesarkan bayi kita."

Ayah Bunda, tak lama lagi, bayi Aminah akan lahir. Bayi yang kelak ditakdirkan Allah SWT, menjadi orang besar yang mengubah jalannya sejarah dunia.

--- to be continued ---

Ensiklopedi Mini :

*Peninggalan Abdullah*

Saat meninggal, peninggalan Abdullah berupa lima ekor unta, sekelompok ternak kambing, dan seorang budak perempuan bernama Ummu Aiman yang kelak menjadi pengasuh Rasulullah . Nama aslinya adalah Barakah. Ia berasal dari Habasyah.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku, Jilid 1 (Kelahiran Rasulullah)
Halaman : 56-57

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Kisah Sirah Nabawiyah - Pernikahan Abdullah dengan Aminah-27

Judul ke-27

đź’•Pernikahan Abdullah dengan Aminahđź’•

Saudaraku tercinta,Allah SWT sudah menentukan bahwa jodoh yang paling tepat untuk Abdullah adalah Aminah binti Wahb.Aminah adalah gadis yang paling baik keturunan dan kedudukannya di kalangan suku Quraisy.

Musim semi 570 Masehi pun tiba.Batang-batang gandum di Yaman tumbuh menjulang tinggi.Dedaunan kurma di Tha'if kembali bersemi.Sementara itu,padang-padang rumput dipenuhi harum bunga-bunga yang tumbuh di kebun-kebun.

Bagi penduduk Mekah,musim semi adalah tanda kebebasan dan dimulainya lagi perdagangan musim panas ke Syiria.Abdullah pun berniat pergi di musim ini.

"Kanda sebenarnya hatiku sangat berat melepas kepergianmu.Entah kenapa hatiku diliputi kekhawatiran dan kegelisahan.Aku berharap dapat menemukan suatu alasan untuk menahan kepergianmu," keluh Aminah kepada suaminya.

Abdullah tersenyum menenteramkan,"Hatikupun terasa tertinggal disini,dinda.Aku tahu begitu besar rasa sayangmu kepadaku sehingga engkau berharap terus berada disisiku."
"Bukan cuma itu,damai rasanya berada disampingmu,Kanda."
Abdullah mengangguk,"Tetapi Dinda,kini di dalam perutmu ada bayi kita.Kau tahu aku adalah pemuda yang tak berada.Saat ini,kita hanya mempunyai lima ekor kambing perah.Selain itu, tak ada lagi kekayaan yang dapat menghidupi kita berdua selain sedikit  kurma dan daging kering. Karena itu, inilah saatnya bagiku untuk pergi berniaga dan menambah penghasilan kita."

Aminah terpaksa mengangguk menerima kenyataan itu. Ia memandang kepergian Abdullah dengan sendu, seolah saat itu adalah detik terakhir ia dapat melihat wajah suaminya.

Saudaraku tercinta, apa yang dirasakan Aminah pun terbukti.

**********Tobecontinued***********

Ensiklopedia Mini:

Hamzah bin Abdul Muthalib

Pada hari pernikahan Abdullah dengan Aminah, Abdul Muthalib pun menikahi sepupunya Hala. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Rasulullah SAW yang seusia dengan beliau.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku, jilid 1 (Kelahiran Rasulullah) hal 54-55
***

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Selasa, 19 Mei 2015

Kisah Sirah Nabi Muhammad - PERCAYA TAKHYUL- 12

Judul ke 12

PERCAYA TAKHYUL


"Oh tidak! Burung itu terbang ke kiri! Aku pasti akan tertimpa sial!" umpat seseorang. Orang itu kebetulan melihat seekor burung yang terbang di atas kepalanya berbelok ke arah kiri. Sepanjang hari itu, ia jadi murung karena yakin bahwa ia bernasib sial walaupun ia belum tahu kesialan macam apa yang akan menimpanya.

Saudaraku tercinta, orang-orang Arab pada masa jahiliyah amat percaya pada takhyul. Contohnya, mereka percaya jika burung yang mereka lihat terbang ke kiri, nasib sial akan menimpa mereka. Sebaliknya, jika kebetulan terbang ke kanan, nasib baik akan datang. Kepercayaan semacam ini disebut 'At Tathayyur'.

Selain itu, mereka percaya bahwa jika seseorang mayit, rohnya akan menjadi burung. Mereka juga percaya bahwa si dalam perut manusia ada ular. Ular onilah yang mengigit di dalam perut sehingga orang merasa lapar.

"Lihat cincin tembagaku ini," kata seseorang kepada temannya dengan bangga, "cincin ini adalah pemberian seorang dukun kepadaku. Tidak sia-sia aku memberinya uang banyak agar membuatkan cincin ini. Jangan coba-coba menantangku berkelahi sekarang. Berkat cincin ini, aku merasa jauh lebih kuat!"

Masih banyak kebodohan serupa yang mereka perlihatkan. Saudaraku, mereka juga amat taat menyembah berhala-berhala berbentuk patung. Jika mereka meminta pertolongan kepada berhala, tidak segan-segan mereka mengorbankan binatang ternak dan mengoleskan darahnya di tubuh berhala. Bahkan, terkadang mereka sampai hati mengorbankan anak-anaknya sendiri demi mengharap keridhaan berhala.

Saudaraku tercinta, selain melakukan kebodohan-kebodohan itu, mereka masih melakukan banyak sekali hal-hal yg merusak.

----- to be continued ------

Ensiklopedia Mini :

* AWAL MULA PENYEMBAHAN BERHALA *



Awal mula penyembahan berhala di Mekah adalah ketika seorang bernama Amr bin Luhay membawa berhala besar bernama Hubal yang dibelinya dari daerah Syam. Di Mekah, berhala hubal ditaruh di Ka'bah dan disuruhnya orang-orang datang menyembahnya. menjelang penaklukan Mekah oleh Nabi Muhammad SAW, Ka'bah dipenuhi oleh tiga ratus enam puluh berhala yang terbuat dari bati, kayu, perak, bahkan emas.
****
Sumber : Buku 'Muhammad Teladanku' jilid 1 (Kelahiran Muhammad) halaman 24-25.

*Sygma Daya Insani*

Kisah Sirah Nabi Muhammad - GADIS YANG MEMINANG - 26

Judul ke 26

GADIS YANG MEMINANG

Saudaraku tercinta, sesaat setelah penebusan Abdullah, Abdul Muthalib menggandeng tangan putranya menuju rumah Wahb bin Abdul Manaf. Wahb mempunyai seorang putri bernama Aminah. Abdul Muthalib sudah sepakat dengan Wahb untuk menikahkan putra-putri mereka.

Namun, di tengah jalan, seorang gadis cantik menegur Abdullah, "Engkau akan pergi ke mana, wahai Abdullah?"

"Aku akan pergi bersama ayahku."

Tanpa mempedulikan Abdul Muthalib, gadis itu berkata, "Kulihat engkau memang dituntun ayahmu, tak ubahnya seperti seekor unta yang akan disembelih. Demi engkau, aku akan menerimamu jika engkau mau menikahi diriku sekarang juga."

Abdullah terperangah. Ia menatap gadis itu dengan gugup.

"Siapakah gadis ini?" pikir Abdullah, "dilihat dari pakaiannya yang dipenuhi perhiasan mahal, ia pasti seorang gadis bangsawan. Matanya hitam memancarkan sinar yang teduh seperti yang biasa dimiliki gadis-gadis berperangai lemah lembut dan penuh kasih sayang. Apa yang harus ku katakan padanya?"

Ketika Abdullah menoleh kepada ayahnya, dilihatnya Abdul Muthalib memberi isyarat agar Abdullah terus melangkah dan tidak menggubris sang gadis.

"Aku bersama ayahku. Aku tak kuasa menolak kehendaknya dan berpisah dengannya."

Abdullah kembali berjalan bersama ayahnya. Hatinya dipenuhi rasa iba dan simpati kepada gadis yang ditinggalkannya. Hari itu juga, Abdul Muthalib datang ke rumah Wahb bin Abdul Manaf. Mereka sepakat menjodohkan Abdullah dengan Aminah.

Saudaraku tercinta, keesokn harinya, Abdullah bertemu lagi dengan gadis yang kemarin. Abdullah menyapanya, "Mengapa engkau tidak menyapaku seperti kemarin?"

Gadis itu menjawab dengan ketus, "Sinar berseri-seri yang kemarin kulihat pada wajahmu sudah tidak ada lagi. Karena itu, sekarang aku sudah tidak membutuhkanmu!"

----- to be contunued-----

Ensiklopedia mini :

* Sinar Kenabian *

Sinar berseri-seri yang dilihat sang gadis pada wajah Abdullah menurut sebagian ahli sejarah adalah sinar kenabian yang akan diturunkan Abdullah kepada putranya. Ketika Abdullah dijodohkan dengan Aminah, gadis itu tidak dapat lagi berharap akan memiliki putra yang kelak akan menjadi nabi.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 1 (Kelahiran Rasulullah) halaman 52-53

#SygmaDayaInsani
#OneDayOneShiroh
#MuhammadTeladanku
 

Cuman Cerita Kami Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template