Senin, 27 Juli 2015

Sirah Nabawiyah 2 - BERTEMU KAKEK DAN BUNDA - 5

"BERTEMU KAKEK DAN BUNDA"

Saudaraku, tidak lama kemudian, datanglah seseorang bernama Waraqah bin Naufal dan seorang temannya dari Quraisy. Keduanya menyerahkan Muhammad kepada Abdul Muthalib. "Ini anakmu, kami menemukannya di Mekah Atas."

     Alangkah lega dan gembiranya Abdul Muthalib.
"cucuku! katanya sambil mendekap Muhammad.

Abdul Muthalib memerhatikan cucunya dengan wajah berseri-seri, "Apakah kamu mau kakek ajak menunggangi unta yang hebat?"
    " Mau. Tetapi, mana untanya, kek?"
     Sambil tertawa, orang tua itu mengangkat Muhammad dan mendudukkannya di atas bahu.

"kau kini telah menduduki untanya, Nak! Ha...ha...ha...."
" Wah, unta hebatnya kok sudah tua ya, kek?"
" Biar tua, tapi ini unta yang hebat, cucuku! lihat, unta ini mampu mengajakmu berthawaf mengelilingi ka'bah."

     Abdul Muthalib membawa Muhammad berthawaf di Ka'bah. Setelah itu, dia memintakan perlindungan Tuhan untuk cucunya itu dan mendoakannya.
 " Mari kita menemui ibumu sekarang," ajak Abdul Muthalib.

     Alangkah senangnya anak dan ibu itu ketika mereka saling bertemu. Walaupun demikian, tersisip kesedihan di hati Muhammad ketika dia melepas Halimah As Sa'diyyah, ibu susu yang selama ini telah merawatnya dengan limpahan kasih yang demikian besar.
" Selamat tinggal, Muhammad. Jadilah orang besar seperti yang pernah dikatakan ibumu, " kata Halimah sambil berajak pergi.

Sampai dewasa, Muhammad tidak pernah memutuskan tali silaturahim dengan ibu susunya itu.

- to be continued -

Ensiklopedia Mini:

"Waraqah bin Naufal"

Waraqah bin Naufal adalah seorang paman Bunda Khadijah yang kelak menjadi istri Muhammad. Waraqah tidak menyukai berhala. Dia tetap mengikuti ajaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi hamba Allah yang setia. Ia tidak meminum minuman keras dan tidak berjudi. Ia bermurah hati terhadap orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongannya...

Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda) hal. 10-11

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Sirah Nabawiyah 2 - MUHAMMAD MENGHILANG - 4

" MUHAMMAD MENGHILANG"

Halimah cepat - cepat mengajak Muhammad pergi, namun dari kejauhan orang-orang Habasyah itu terlihat bergegas mengikuti mereka. Untunglah Halimah mengenal daerah itu dengan baik sehingga ia bisa melepaskan diri dari kejaran orang-orang Habasyah walaupun dengan susah payah.

Tidak berapa lama kemudian, Halimah menyiapkan Muhammad untuk segera kembali ke Mekah. Sedih sekali Muhammad harus berpisah dengan saudara-saudaranya: Syaima, Unaisah, dan Abdullah.

"Muhammad, jangan lupakan kami, ya? " pinta Syaima dengan mata berkaca-kaca.

Muhammad mengangguk sambil memeluk mereka satu per satu. Kemudian, berangkatlah Muhammad meninggalkan Dusun Bani Sa'ad dengan semua kenangan indah yang tidak akan pernah hilang dari benaknya seumur hidup.

Halimah mengelus kepala Muhammad penuh sayang, "Bergembiralah, Muhammad. Engkau akan berjumpa dengan Ibu dan kakekmu."

Mekah pada malam hari sangat ramai ketika mereka tiba. Saat melalui kerumunan orang itulah, Muhammad terpisah dan menghilang. Halimah kebingungan. Ia takut orang-orang Habasyah itu diam-diam masih mengikuti mereka dan mengambil kesempatan ini untuk menculik Muhammad.

Sambil menangis, Halimah mendatangi Abdul Muthalib, "Sungguh, pada malam ini, aku datang dengan Muhammad, namun ketika aku melewati Mekah Atas, ia menghilang dariku. Demi Allah, aku tidak tahu di mana kini ia berada."

Setelah memerintahkan orang untuk mencari, Abdul Muthalib berdiri di samping Ka'bah, lalu berdoa kepada Allah agar Dia mengembalikan Muhammad kepadanya.

Ayah Bunda, dapatkah Muhammad ditemukan kembali?

---to be continued ---

Ensiklopedi Mini:

"Gembala Kambing"

Mulai dari hidupnya di Dusun Bani Sa'ad sampai masa kecilnya di Mekah, hidup Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dilalui sebagai seorang gembala. Ibnu Ishaq berkata bahwa Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam pernah bersabda, "Tidak ada satu nabi pun melainkan ia (pernah) menggembala kambing." Ditanyakan pada beliau, "Termasuk engkau, wahai Rasulullah?" Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam bersabda, "Ya, termasuk aku."

Sumber :
Buku Muhammad Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda).
Halaman : 8 - 9.

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Sirah Nabawiyah 2 - ORANG-ORANG HABASYAH - 3

ORANG-ORANG HABASYAH

Saudaraku tercinta...
"Kak,tungguuu !" seru Muhammad sambil berlari menuruni bukit.Saat itu,usia Muhammad sudah lima tahun.Ia sedang berlari mengejar saudaranya, yaitu anak-anak Halimah. Mereka sedang mengembala kambing.

"Ayo, Muhammad ! Kejar kami kalau bisa!"ujar syaima, anak perempuan sulung Halimah sambil tertawa.
"Lihat ,Kak itu datang lagi!"seru Muhammad.

Anak-anak menoleh. Mereka terpekik senang melihat Halimah datang menjemput. Namun wajah Halimah tampak khawatir. Ia mencurigai beberapa bayangan yang sedang mengintai sambil berbisik-bisik di kejauhan. Hatinya makin berdebar ketika orang-orang habasyah itu datang mendekat. Tanpa memedulikan dirinya , Mereka langsung mendekati Muhammad.
 "paman mau apa?" tanya Muhammad.
Berbaliklah ,nak! Kami ingin melihat pundakmu!" perintah salah seorang. muhammad mengembalikan badan, lalu orang-orang Habasyah itu saling pandang dengan wajah terkejut. Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka berbalik ke tempat semula dan kembali berbisik-bisik.
"Kalian bermain lagi, Ibu akan cari tahu apa yang mereka bicarakan" kata Halimah kepada Muhammad dan saudara-saudaranya.

Diam-diam, Halimah mendekati tempat orang-orang Habasyah itu berada dan terkejut mendengar apa yang mereka katakan. "Kita harus merampas anak ini dan membawanya kepada raja di negeri kita. Kita telah mengetahui seluk beluk tentang dia! Ada tanda dipunggungnya yang meramalkan anak ini kelak akan menjadi orang besar."

Diam-diam , Halimah menjauh, "Aku harus melarikan Muhammad dari mereka sekarang juga!"

Adik-adik berhasilkah Halimah menyelamatkan Muhammad ?

--------to be continued--------

Ensiklopedia mini :

Tanda-Tanda Rasul Terakhir pada Injil

Orang-orang nasrani Habasyah itu tahu bahwa seorang Rasul terakhir akan dibangkitkan dan mereka diperintahkan mengikutinya seperti tertera pada Injil dibagian Kitab Ulangan (18): 15-22, "Bahwa seorang nabi diantara kamu,dari antara segala saudaramu dan yang seperti aku ini,yaitu akan dibangkitkan olehTuhan Allah-mu bagi kamu,maka dia haruslah kamu dengar."

Sumber :
Buku Muhammad Teladanku jilid 2
(masa muda) halaman 6-7

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Sirah Nabawiyah 2 - PERCAKAPAN DENGAN AMINAH - 2


PERCAKAPAN DENGAN AMINAH

Karena kejadian itu, Halimah kembali ke Mekah dan menyerahkan Muhammad kepada ibunya. Aminah menerima kedatangan mereka dengan rasa heran. "Mengapa engkau mengantarkannya kepadaku, wahai Ibu susuan? Padahal sebelumnya engkau meminta ia tinggal denganmu?"

"Ya," jawab Halimah, "Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah membesarkan Muhammad. Aku sudah menyelesaikan apa yang menjadi tugasku. Aku merasa takut karena banyak kejadian terjadi padanya. Jadi, ia aku kembalikan kepadamu seperti yang engkau inginkan."

"Sebenarnya, apa yang terjadi?" tanya Aminah, "berkatalah dengan benar kepadaku."

Halimah terdiam sejenak, lalu bercerita dengan rasa berat, "Ada dua orang berbaju putih membawanya ke puncak bukit. Mereka membelah dan mengeluarkan sesuatu dari dalam dadanya."

Setelah berkata demikian, Halimah mengangkat wajahnya memandang Aminah, tetapi ia terkejut melihat wajah Aminah demikian tenang.

"Apakah engkau takut setanlah yang mengganggunya?" Tanya Aminah.

Halimah mengangguk, "Itulah sebenarnya yang membuatku khawatir sehingga cepat-cepat mengembalikannya kepadamu."

Aminah menarik nafas.

"Demi Allah," katanya, "setan tidak akan mendapatkan jalan untuk masuk ke dalam jiwa Muhammad. Sesungguhnya, anakku akan menjadi orang besar pada kemudian hari. Ketika aku mengandungnya, aku melihat sinar keluar dari perutku. Dengan sinar tersebut, aku bisa melihat istana-istana Busra di Syam menjadi terang benderang. Demi Allah, aku belum pernah melihat orang mengandung yang lebih ringan dan lebih mudah seperti yang kurasakan. Ketika aku melahirkannya, ia meletakkan tangannya di tanah dan kepalanya menghadap ke langit."

Halimah mendengar semua itu dengan takjub. Aminah menyentuh tangan Halimah dan berkata lembut, "Biarkan dia bersamamu dan pulanglah dengan tenang."

Saudaraku tercinta, Muhammad kecil pun kembali dibawa pulang. Namun, lagi-lagi terjadi sebuah peristiwa yang akhirnya membuat Halimah benar-benar mengembalikan Muhammad kepada ibunya..

-------to be continued----------

Ensiklopedia mini:

*BURUNG PUTIH*

Dalam kitab Sunan Ad Darimi dan Kitab Imam Ahmad disebutkan, malaikat yang mendatangi Muhammad pertama-tama bukan berbentuk manusia, melainkan menyerupai dua burung putih yag menyambar dan membawa lari beliau.

Sumber:
Buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda) halaman 4-5

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Sirah Nabawiyah 2 - PENUTURAN RASULULLAH - 1


  " PENUTURAN RASULULLAH "

    Saudaraku tercinta, setelah Muhammad diangkat menjadi Rasulullah, ia diminta para sahabat untuk menceritakan tentang dirinya. Inilah yang Rasulullah katakan tentang diri beliau.

   "Ketika ibuku mengandungku, ia melihat sinar keluar dari perutnya. Karena sinar tersebut, istana-istana di Syam bercahaya.

   " Aku disusui di Bani Sa'ad bin Bakr. Ketika aku bersama saudaraku di belakang rumah sedang menggembalakan kambing, tiba-tiba dua orang berpakaian putih datang kepadaku dengan membawa baskom emas yang penuh berisi salju.

    "Kedua orang tersebut mengambilku, lalu membelah dadaku, mengeluarkan jantungku, membelahnya, mengeluarkan gumpalan hitam dari jantungku, dan membuangnya, Setelah itu, keduanya mencuci jantungku dan dadaku dengan salju yang telah dibersihkan. Salah seorang dari keduanya berkata kepada sahabat satunya. ' Timbanglah dia dengan sepuluh orang dari umatnya.'

    " Dia menimbangku dengan sepuluh orang umatku, ternyata aku lebih berat daripada mereka.

   " Orang pertama berkata. ' Timbanglah dia dengan seratus orang dari umatnya.'

    " Orang kedua itu menimbangku dengan seratus orang dari umatku, ternyata aku lebih berat daripada mereka. ' Orang pertama berkata lagi, ' Timbanglah dia dengan seribu orang dari umatnya. ' Orang kedua menimbangku dengan seribu orang dari umatku, ternyata aku lebih berat daripada mereka.'

    " Orang pertama berkata, ' Biarkan dia, Demi Allah, seandainya engkau menimbangnya dengan seluruh umatnya, ia lebih berat daripada mereka'."


----- to be continued------

Ensiklopedi mini

Tujuan Pembelahan Dada

Tujuan peristiwa ini adalah mempersiapkan diri Muhammad untuk mendapatkan pemeliharaan dan wahyu agar manusia lebih mudah mengimani Rasulullah dan membenarkan risalahnya.


Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 2 ( Masa Muda ) halaman 2 - 3

Kisah Sirah Nabawiyah - PEMBELAHAN DADA- 34

"PEMBELAHAN DADA "

Saudaraku Pecinta Rosulullah, peristiwa itu terjadi tidak lama setelah keluarga Halimah kembali ke pedalaman. Saat itu, umur Muhammad belum lagi genap tiga tahun.

Hari itu, Muhammad kecil ikut menggembalakan kambing bersama saudara - saudaranya. Tiba-tiba, salah seorang putra Halimah datang berlari - lari sambil menangis.

"Ada apa? " tanya Halimah dan suaminya panik.

" Saudaraku yang dari Quraisy itu!  Ia diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan! Dadanya dibelah sambil dibalik - balikkan! "

Halimah dan Harits segera berlari mencari Muhammad. Mereka menemukan anak itu sedang sendiri. Wajah Muhammad pucat pasi. Halimah dan suaminya memperhatikan wajah Muhammad baik - baik.

" Apa yang terjadi padamu, Nak? " tanya mereka.

" Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku dibaringkan, lalu dadaku dibedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Aku tak tahu apa yang mereka cari."

Tanpa bertanya lagi, Halimah segera membawa Muhammad pulang. Hatinya dipenuhi kecemasan.

" Aku takut Muhammad didatangi dan digoda oleh jin" kata Halimah kepada suaminya.

" Lebih baik kita membawanya kembali ke Mekah " jawab Harits.
Saudaraku Pecinta Rosul, sebenarnya siapakah dua orang laki-laki itu?

- - - To be continued - - -

Ensiklopedi Mini :

* Malaikat Jibril *

Menurut riwayat dari sahabat Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam, Anas bin Malik, yang mendatangi Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam adalah malaikat yang menyamar menjadi manusia. Salah satunya adalah Jibril, Malaikat Pembawa Wahyu.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 1 ( Kelahiran Rasulullah)
Halaman: 68 - 69

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOmeShiroh

Kisah Sirah Nabawiyah -MUHAMMAD KEMBALI KE DUSUN-33

" MUHAMMAD KEMBALI KE DUSUN"

Halimah dan suaminya mengembalikan Muhammad kepada Aminah. Alangkah bahagianya Aminah bertemu lagi dengan putra tunggalnya itu.

" Lihat! Kini engkau tumbuh menjadi anak yang tegap dan sehat!" ujar Aminah sambil mencubit gemas pipi putranya.

Aminah memandang Halimah dan suaminya dengan mata berbinar-binar penuh rasa terima kasih, "Kalian telah merawat Muhammad dengan baik, bagaimana aku harus berterima kasih ?"

Halimah dan suaminya saling berpandangan dengan gelisah. Sebenarnya mereka merasa berat berpisah dengan Muhammad. Mereka amat menyayangi anak itu. Selain itu, sejak Muhammad datang, kehidupan mereka dipenuhi keberkahan.

"Kami cuma berharap andaikan saja engkau sudi membiarkan anak ini tetap bersama kami hingga menjadi besar. Sebab, aku khawatir ia terserang penyakit menular yang ku dengar kini sedang mewabah di Mekah." pinta Halimah.

Aminah menyadari bahwa yang mereka pinta ada benarnya, tetapi hatinya bimbang karena ia hampir tak sanggup berpisah lagi dengan putranya. Namun, Abdul Muthalib datang. Bangga sekali ia melihat pertumbuhan cucunya yang begitu bagus di daerah pedalaman.

"Aku ingin Muhammad kembali ke Dusun Bani Sa'ad sampai ia berusia lima tahun," kata Abdul Muthalib, "agar ia di situ belajar berkata-kata dan telinganya terbiasa mendengar bahasa Arab yang fasih sehingga nanti ia akan mampu berbicara dengan kata-kata yang fasih pula."

Aminah mengerti bahwa ia harus kembali melepas Muhammad demi masa depan putranya sendiri.

"Beri aku waktu beberapa hari bersama putraku, setelah itu boleh kalian membawanya kembali," kata Aminah.

Ayah Bunda, akhirnya Muhammad pun dibawa kembali ke dusun Bani Sa'ad. Namun, di sana ia mengalami sebuah peristiwa yang sangat mengguncangkan. Peristiwa apakah itu ?

--- to be continued ---

Ensiklopedi Mini :

" Rahmat Bagi Semesta Alam"

Keberkahan yang dialami keluarga Halimah adalah bukti bahwa Rasululloh Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam diutus untuk membawa rahmat (kasih sayang) untuk seluruh alam. Sebagaimana ditegaskan oleh firman Allah, "Dan Kami tidak mengutus kamu kecuali sebagai rahmat bagi segenap alam."

Sumber : Buku Muhammad Telada nku Julid 1 (Kelahiran Rasulullah)
Halaman : 66 - 67

 

Cuman Cerita Kami Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template