" PEMBICARAAN ABU THALIB "
Pada musim semi tahun 595 Masehi, para pedagang Mekah kembali pada menyusun kafilah perdagangan musim panas mereka untuk membawa barang dagangan ke Syria. Khadijah juga sedang mempersiapkan barang dagangannya, tetapi ia belum menemukan seseorang untuk menjadi pemimpin kafilahnya. Beberapa nama diusulkan orang, namun tidak satu pun yang berkenan di hatinya.
Mendengar ini, Abu Thalib mendatangi Khadijah dan menawarkan kepadanya Muhammad, keponakannya yang baru berusia dua puluh lima tahun, untuk menjadi agen Khadijah. Abu Thalib tahu bahwa Muhammad belum cukup berpengalaman, tetapi ia sangat yakin bahwa Muhammad lebih dari sekedar mampu. Seperti penduduk Mekah lain, Khadijah pun telah mendengar nama Muhammad. Satu hal yang Khadijah yakin adalah kejujuran Muhammad. Bukankah orang Mekah menjulukinya " Al Amin " atau " Orang yang bisa dipercaya " ? Maka, Khadijah segera menyetujui tawaran Abu Thalib. Bahkan ia hendak memberi Muhammad upah dua kali lipat daripada yang diberikan kepada orang lain. Oleh karena itu, Abu Thalib pulang dengan gembira.
Segera saja Abu Thalib dan Muhammad menemui Khadijah yang kemudian menerangkan tentang seluk - beluk perdagangan. Otak Muhammad yang cerdas bekerja dengan tangkas. Ia segera memahami semuanya. Tidak satu penjelasan pun yang ia minta diterangkan ulang.
Maka, kafilah pun disiapkan dengan suara riuh rendah. Khadijah menyertakan seorang pembantu laki - lakinya yang terpercaya, Maisarah, untuk mendampingi Muhammad diperjalanan. Diantar Abu Thalib dan paman - pamannya yang lain, Muhammad datang pada hari yang telah ditentukan. Mereka disambut seorang paman Khadijah yang sedang menanti mereka dengan surat - surat perdagangan.
Pemimpin kafilah membunyikan bel dan semuanya segera berangkat. Pada musim panas, kafilah Mekah berangkat menjelang senja dan terus berjalan pada malam hari. Mereka beristirahat pada siang hari karena perjalanan siang akan sangat melelahkan semua orang. Maka, berangkatlah Muhammad menempuh jalur yang pernah ditempuh bersama pamannya tiga belas tahun yang lalu.
Nah , Saudaraku tercinta, berhasilkah Muhammad menjalankan tugasnya ?
------- bersambung---------
Ensiklopedi Mini
Upah untuk Muhammad
Tadinya, upah yang diberikan Khadijah bagi seorang agen adalah dua ekor unta. Namun, Abu Thalib menawarnya menjadi empat ekor unta. Maka, Khadijah pun menjawab, " Kalau permintaan itu bagi orang yang jauh dan tidak kusukai saja akan kukabulkan, apalagi buat orang yang dekat dan kusukai. "
Sumber : Buku Muhammad Teladanku Jilid 2, ( Masa Muda ) Halaman 42 - 43.
Sygma Daya Insani, Jawa Barat
Senin, 27 Juli 2015
Sirah Nabawiyah 2 - WANITA SUCI - 20
Author: Unknown
|
at:18.22
|
Category :
ODOS
|
WANITA SUCI
Khadijah mempunyai seorang paman bernama Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah sanak saudara Khadijah yang paling tua. Dia sangat mengutuk kebiasaan bangsa arab yang menyembah berhala sehingga menyimpang jauh dari yang telah diajarkan Nabi Ibrahim Alaihi Sallam Waraqah sendiri adalah hamba Allah yang setia dan lurus. Dia tidak pernah meminum minuman keras dan berjudi. Dia murah hati terhadap orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongan.
Khadijah sangat terpengaruh dengan pemikiran Waraqah bin Naufal. Khadijah sangat membenci berhala dan patung-patung sesembahan. Bersama beberapa keluarganya, Khadijah adalah pengikut setia Nabi Ibrahim Alaihi Sallam dan Nabi Ismail Alaihi Sallam Jika mendengar ada anak perempuan akan dikubur hidup-hidup, Waraqah dan Khadijah akan segera pergi menemui sang ayah dan mencegah perbuatannya. Jika kemiskinan merupakan alasan rencana pembunuhan itu, Khadijah dan Waraqah akan membeli anak itu dan membesarkannya seperti anak kandung sendiri.
Sering kali beberapa waktu setelah itu, ayah si anak menyesali perbuatannya dan mengambil putrinya kembali. Waraqah dan Khadijah akan memastikan dulu bahwa anak itu akan diasuh dengan benar dan disayangi, setelah itu barulah dia mengizinkan sang ayah membawa anaknya kembali.
Budi pekerti Khadijah yang agung, santun, lembut, dan penuh keteladanan ini membuat semua orang menjuluki Khadijah At Thahirah atau 'Khadijah yang suci'. Pertama kali dalam sejarah bangsa arab seorang wanita dijuluki demikian, padahal orang arab pada masa jahiliah itu sangat mengagungkan laki-laki dan merendahkan wanita.
Bagaimana kisah pertemuan Khadijah dengan Muhammad?
----bersambung----
Ensiklopedia mini
Para Saudagar Wanita
Selain Khadijah,ada pula beberapa saudagar wanita terkenal. Diantaranya adalah Hindun,istri Abu Sufyan dan Asma binti Mukharribah, ibu Abu Jahl. Para saudagar wanita ini biasanya juga menjual keperluan wanita seperti pakaian, parfum, perhiasan emas dan perak, permata, dan obat-obatan. Barang-barang ini tidak memerlukan banyak ruang, ringan, dan laku keras dimana-mana.
Sumber : Buku Muhammadku Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 40-41
Khadijah mempunyai seorang paman bernama Waraqah bin Naufal. Waraqah adalah sanak saudara Khadijah yang paling tua. Dia sangat mengutuk kebiasaan bangsa arab yang menyembah berhala sehingga menyimpang jauh dari yang telah diajarkan Nabi Ibrahim Alaihi Sallam Waraqah sendiri adalah hamba Allah yang setia dan lurus. Dia tidak pernah meminum minuman keras dan berjudi. Dia murah hati terhadap orang-orang miskin yang membutuhkan pertolongan.
Khadijah sangat terpengaruh dengan pemikiran Waraqah bin Naufal. Khadijah sangat membenci berhala dan patung-patung sesembahan. Bersama beberapa keluarganya, Khadijah adalah pengikut setia Nabi Ibrahim Alaihi Sallam dan Nabi Ismail Alaihi Sallam Jika mendengar ada anak perempuan akan dikubur hidup-hidup, Waraqah dan Khadijah akan segera pergi menemui sang ayah dan mencegah perbuatannya. Jika kemiskinan merupakan alasan rencana pembunuhan itu, Khadijah dan Waraqah akan membeli anak itu dan membesarkannya seperti anak kandung sendiri.
Sering kali beberapa waktu setelah itu, ayah si anak menyesali perbuatannya dan mengambil putrinya kembali. Waraqah dan Khadijah akan memastikan dulu bahwa anak itu akan diasuh dengan benar dan disayangi, setelah itu barulah dia mengizinkan sang ayah membawa anaknya kembali.
Budi pekerti Khadijah yang agung, santun, lembut, dan penuh keteladanan ini membuat semua orang menjuluki Khadijah At Thahirah atau 'Khadijah yang suci'. Pertama kali dalam sejarah bangsa arab seorang wanita dijuluki demikian, padahal orang arab pada masa jahiliah itu sangat mengagungkan laki-laki dan merendahkan wanita.
Bagaimana kisah pertemuan Khadijah dengan Muhammad?
----bersambung----
Ensiklopedia mini
Para Saudagar Wanita
Selain Khadijah,ada pula beberapa saudagar wanita terkenal. Diantaranya adalah Hindun,istri Abu Sufyan dan Asma binti Mukharribah, ibu Abu Jahl. Para saudagar wanita ini biasanya juga menjual keperluan wanita seperti pakaian, parfum, perhiasan emas dan perak, permata, dan obat-obatan. Barang-barang ini tidak memerlukan banyak ruang, ringan, dan laku keras dimana-mana.
Sumber : Buku Muhammadku Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 40-41
Sirah Nabawiyah 2 - KHADIJAH - 19
Author: Unknown
|
at:18.22
|
Category :
ODOS
|
KHADIJAH
Namanya Khadijah binti Khuwailid. Sosoknya cantik dan anggun. Setelah ayah dan ibunya meninggal, saudara-saudara Khadijah saling membagi harta kekayaan peninggalan keduanya. Namun, Khadijah sadar bahwa kekayaan dapat membuat orang hidup menganggur dan berfoya-foya. Ia dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dan kekuatan sikap untuk mengatasi godaan harta. Maka, Khadijah pun memutuskan untuk membangun kekayaannya sendiri berbekal warisan ayahnya. Tidak lama kemudian Khadijah telah membuktikan bahwa kalaupun tidak mendapat harta warisan, ia pasti mampu mendapatkan kekayaan itu dari hasil jerih payahnya sendiri.
Dengan harta yang diperolehnya, Khadijah membantu orang-orang miskin, janda, anak-anak yatim, dan orang-orang cacat. Jika ada seorang gadis yang tidak mampu, Khadijah menikahkannya dan memberikan mas kawinnya. Khadijah lembut dan ramah.
Walau menjadi pemimpin tertinggi dalam menjalankan bisnis keluarga sepeninggal ayahnya, ia juga mau menerima saran-saran orang lain. Khadijah tidak menyukai hubungan antara atasan dan bawahan. Ia menganggap bawahannya sebagai rekan kerja yang pantas dihormati.
Ayah Bunda, Khadijah sendiri selalu tinggal di rumah. Karena itu, biasanya ia mempekerjakan seorang agen jika sebuah kafilah sedang dipersiapkan untuk pergi ke luar negeri. Orang yang dipekerjakan itu bertanggung jawab membawa barang-barang dagangannya untuk dijual ke pasar-pasar asing. Khadijah sangat teliti memilih seorang agen. Ia juga sangat lihai merencanakan waktu keberangkatan kafilah dan tempat tujuannya sebab barang akan terjual dengan cepat pada waktu dan tempat yang cepat.
Begitu suksesnya Khadijah sebagai seorang saudagar, sampai-sampai jika sebuah kafilah Quraisy berangkat dari Mekah, bisa dipastikan lebih dari separuhnya adalah harta perdagangan milik Khadijah. Ia seperti mempunyai sentuhan emas. Diibaratkan jika ia menyentuh debu, debu itu akan berubah menjadi emas. Karena itu, penduduk Mekah menjulukinya "Ratu Quraisy" atau "Ratu Mekah."
Namun, Ayah Bunda, kalau cuma kekayaan yang menjadi ukuran, tentu Allah tidak akan menjadikan Khadijah kelak sebagai istri seorang rasul. Pasti ada sifat lain yang lebih utama yang membuatnya sepadan dengan Muhammad.
--- bersambung ---
Ensiklopedi Mini
KAFILAH
Sebuah kafilah dagang pada masa itu ibarat kampung bergerak. Hewan beban berjumlah 1.000 sampai 2.500 ekor dan diiringi seratus sampai tiga ratus orang.
Kafilah perlu organisasi mantap, biaya besar, dan keberanian yang cukup. Jika ada perampok, seluruh anggota kafilah harus berani menyabung nyawa untuk mempertahankan harta.
Sumber : Buku Muhammad Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 38-39
Sygma Daya Insani Jabar
Namanya Khadijah binti Khuwailid. Sosoknya cantik dan anggun. Setelah ayah dan ibunya meninggal, saudara-saudara Khadijah saling membagi harta kekayaan peninggalan keduanya. Namun, Khadijah sadar bahwa kekayaan dapat membuat orang hidup menganggur dan berfoya-foya. Ia dikaruniai kecerdasan yang luar biasa dan kekuatan sikap untuk mengatasi godaan harta. Maka, Khadijah pun memutuskan untuk membangun kekayaannya sendiri berbekal warisan ayahnya. Tidak lama kemudian Khadijah telah membuktikan bahwa kalaupun tidak mendapat harta warisan, ia pasti mampu mendapatkan kekayaan itu dari hasil jerih payahnya sendiri.
Dengan harta yang diperolehnya, Khadijah membantu orang-orang miskin, janda, anak-anak yatim, dan orang-orang cacat. Jika ada seorang gadis yang tidak mampu, Khadijah menikahkannya dan memberikan mas kawinnya. Khadijah lembut dan ramah.
Walau menjadi pemimpin tertinggi dalam menjalankan bisnis keluarga sepeninggal ayahnya, ia juga mau menerima saran-saran orang lain. Khadijah tidak menyukai hubungan antara atasan dan bawahan. Ia menganggap bawahannya sebagai rekan kerja yang pantas dihormati.
Ayah Bunda, Khadijah sendiri selalu tinggal di rumah. Karena itu, biasanya ia mempekerjakan seorang agen jika sebuah kafilah sedang dipersiapkan untuk pergi ke luar negeri. Orang yang dipekerjakan itu bertanggung jawab membawa barang-barang dagangannya untuk dijual ke pasar-pasar asing. Khadijah sangat teliti memilih seorang agen. Ia juga sangat lihai merencanakan waktu keberangkatan kafilah dan tempat tujuannya sebab barang akan terjual dengan cepat pada waktu dan tempat yang cepat.
Begitu suksesnya Khadijah sebagai seorang saudagar, sampai-sampai jika sebuah kafilah Quraisy berangkat dari Mekah, bisa dipastikan lebih dari separuhnya adalah harta perdagangan milik Khadijah. Ia seperti mempunyai sentuhan emas. Diibaratkan jika ia menyentuh debu, debu itu akan berubah menjadi emas. Karena itu, penduduk Mekah menjulukinya "Ratu Quraisy" atau "Ratu Mekah."
Namun, Ayah Bunda, kalau cuma kekayaan yang menjadi ukuran, tentu Allah tidak akan menjadikan Khadijah kelak sebagai istri seorang rasul. Pasti ada sifat lain yang lebih utama yang membuatnya sepadan dengan Muhammad.
--- bersambung ---
Ensiklopedi Mini
KAFILAH
Sebuah kafilah dagang pada masa itu ibarat kampung bergerak. Hewan beban berjumlah 1.000 sampai 2.500 ekor dan diiringi seratus sampai tiga ratus orang.
Kafilah perlu organisasi mantap, biaya besar, dan keberanian yang cukup. Jika ada perampok, seluruh anggota kafilah harus berani menyabung nyawa untuk mempertahankan harta.
Sumber : Buku Muhammad Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 38-39
Sygma Daya Insani Jabar
Sirah Nabawiyah 2 - GADIS TUNANGAN - 18
Author: Unknown
|
at:18.21
|
Category :
ODOS
|
🌹GADIS TUNANGAN🌹
Saudaraku tersayang, berikut ini adalah kisah yang ditulis oleh sebagian ahli sejarah, tetapi tidak ditemui dalam tulisan ahli sejarah lain.Suati ketika, ketika sedang berthawaf, Muhammad melihat seorang gadis yang juga sedang berthawaf. Gadis itu bernama Dhabaah binti Amir. Tingkah lakunya anggun, pakaiannya bersih, indah dan rapi. Muhammad memutuskan untuk meminangnya.
Gayung bersambut, Dhabaah pun menyukai Muhammad. Kedua keluarga pun menyetujui pinangan Muhammad, maka kedua remaja itu pun dipersiapkan untuk menikah dalam waktu dekat. Namun, perjodohan itu benar-benar tidak berlangsung lama. Kembali, Allah memelihara kesucian Muhammad dari hubungan dengan orang yang kurang layak. Allah telah menyiapkan calon istri yang sepadan buat Muhammad kelak. Apa yang terjadi sebenarnya?
Awalnya adalah ketika Muhammad mendengar ucapan Dhabaah saat melakukan thawaf. Dhabaah berthawaf sambil melantunkan syair-syair yang kurang pantas. Seketika itu, Muhammad memutuskan pertunangannya.
Dhabaah amat terkejut. Ia sedih dan putus asa. Tidak disangkanya bahwa Muhammad memandang jijik syair-syair yang biasa diucapkan para remaja ketika itu. Dhabaah begitu sedih sehingga jatuh sakit dan meninggal.
Saudaraku tersayang, siapakah calon istri yang sudah disiapkan Allah untuk Muhammad?
---------- bersambung----------
Ensiklopedia Mini:
💝Tunangan?💝
Islam tidak mengenal istilah tunangan. Tunangan adalah kesepakatan antara pria dan wanita untuk menjalin hubungan, tetapi tidak segera dilanjutkan dengan pernikahan. Dalam Islam,
apabila seorang pria menyukai seorang wanita, pria itu harus melamar sang wanita. Jika wanita itu berkenan, mereka harus bersegera menikah.
Sumber : buku Muhammad Teladanku jilid 2 (masa muda) halaman 36-37
Sygma Daya Insani Jawa Barat
Saudaraku tersayang, berikut ini adalah kisah yang ditulis oleh sebagian ahli sejarah, tetapi tidak ditemui dalam tulisan ahli sejarah lain.Suati ketika, ketika sedang berthawaf, Muhammad melihat seorang gadis yang juga sedang berthawaf. Gadis itu bernama Dhabaah binti Amir. Tingkah lakunya anggun, pakaiannya bersih, indah dan rapi. Muhammad memutuskan untuk meminangnya.
Gayung bersambut, Dhabaah pun menyukai Muhammad. Kedua keluarga pun menyetujui pinangan Muhammad, maka kedua remaja itu pun dipersiapkan untuk menikah dalam waktu dekat. Namun, perjodohan itu benar-benar tidak berlangsung lama. Kembali, Allah memelihara kesucian Muhammad dari hubungan dengan orang yang kurang layak. Allah telah menyiapkan calon istri yang sepadan buat Muhammad kelak. Apa yang terjadi sebenarnya?
Awalnya adalah ketika Muhammad mendengar ucapan Dhabaah saat melakukan thawaf. Dhabaah berthawaf sambil melantunkan syair-syair yang kurang pantas. Seketika itu, Muhammad memutuskan pertunangannya.
Dhabaah amat terkejut. Ia sedih dan putus asa. Tidak disangkanya bahwa Muhammad memandang jijik syair-syair yang biasa diucapkan para remaja ketika itu. Dhabaah begitu sedih sehingga jatuh sakit dan meninggal.
Saudaraku tersayang, siapakah calon istri yang sudah disiapkan Allah untuk Muhammad?
---------- bersambung----------
Ensiklopedia Mini:
💝Tunangan?💝
Islam tidak mengenal istilah tunangan. Tunangan adalah kesepakatan antara pria dan wanita untuk menjalin hubungan, tetapi tidak segera dilanjutkan dengan pernikahan. Dalam Islam,
apabila seorang pria menyukai seorang wanita, pria itu harus melamar sang wanita. Jika wanita itu berkenan, mereka harus bersegera menikah.
Sumber : buku Muhammad Teladanku jilid 2 (masa muda) halaman 36-37
Sygma Daya Insani Jawa Barat
Sirah Nabawiyah 2 - Menggembalakan Kambing -17
Author: Unknown
|
at:18.20
|
Category :
ODOS
|
🐏Menggembalakan Kambing🐏
Saudaraku tercinta, Nabi Muhammad SAW melewati masa remajanya dengan mengembalakan kambing. Beliau pernah berkata kepada para sahabatnya, "Musa diutus, dia mengembalakan kambing. Daud diutus, dia menggembalakan kambing. Aku diutus, juga menggembalakan kambing keluargaku di Ajyad."
Sambil menggembala, pikiran Muhammad menerawang, "Siapa yang menciptakan bintang-bintang yang begitu kemilau? Siapa yang membuat udara untuk kuhirup? Siapa yang membuat jantungku berdetak? Siapa yang membuat matahari mengejar bulan dan bulan mengejar matahari?"
Ribuan pertanyaan seperti itu membuat Muhammad selalu sibuk berpikir. Hal itu membuat akhlaq beliau terjaga demikian baik dari perbuatan-perbuatan buruk yang sering terjadi di Mekah. Saat itu, orang menyembah patung di mana-mana, laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sering pergi berduaan, orang-orang melakukan thawaf tanpa busana, pesta mabuk-mabukan setiap malam, dan masih banyak keburukan lain.
Meski demikian, pernah juga Muhammad ingin pergi ke kota untuk melihat sebuah pesta perkawinan.
"Tolong jaga kambing-kambingku," pinta Muhammad pada seorang teman Muhammad. "Selama ini, kamu selalu ada di padang gembala seperti seorang pertapa."
Muhammad pun pergi memasuki Mekah.
Di ujung kota, ia melihat ada sebuah pesta perkawinan yang dipenuhi dengan berbagai hiburan dan musik.
Namun, belum sempat Muhammad tiba di rumah itu, tubuhnya tiba-tiba disergap keletihan. Muhammad duduk bersandar di dinding dan tertidur lelap sampai pagi. Ia tidak sempat melihat tontonan di pesta sedikit pun.
Esok harinya, Muhammad datang lagi ke Mekah dengan maksud yang sama. Kali ini, sebelum ia tiba si tempat pesta, telinganya mendengar musik indah yang turun dari langit, musik yang jauh lebih indah dari pada semua musik di dunia ini. Musik itu membuai Muhammad dan ia pun kembali tertidur.
Sejak itu, Muhammad tidak lagi berminat untuk melihat pertunjukan musik di pesta. Agar terhindar dari kenakaln-kenakalan yang sering dibuat para pemuda seusianya, Muhammad memutuskan untuk menikah saja.
Saudaraku tercinta, tahukah kalian, bahwa Muhammad kemudian berniat menikah dengan seorang gadis?
-----to be continued-----
Ensiklopedia Mini:
🍃Al-amin🍃
Akhlak Muhammad yang demikian baik selagi muda membuatnya disayang dan dipercaya semua orang hingga ia pun dijuluki Al Amin, artinya "Yang Dipercaya"
Sumber : buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda) halaman 34-35
Saudaraku tercinta, Nabi Muhammad SAW melewati masa remajanya dengan mengembalakan kambing. Beliau pernah berkata kepada para sahabatnya, "Musa diutus, dia mengembalakan kambing. Daud diutus, dia menggembalakan kambing. Aku diutus, juga menggembalakan kambing keluargaku di Ajyad."
Sambil menggembala, pikiran Muhammad menerawang, "Siapa yang menciptakan bintang-bintang yang begitu kemilau? Siapa yang membuat udara untuk kuhirup? Siapa yang membuat jantungku berdetak? Siapa yang membuat matahari mengejar bulan dan bulan mengejar matahari?"
Ribuan pertanyaan seperti itu membuat Muhammad selalu sibuk berpikir. Hal itu membuat akhlaq beliau terjaga demikian baik dari perbuatan-perbuatan buruk yang sering terjadi di Mekah. Saat itu, orang menyembah patung di mana-mana, laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri sering pergi berduaan, orang-orang melakukan thawaf tanpa busana, pesta mabuk-mabukan setiap malam, dan masih banyak keburukan lain.
Meski demikian, pernah juga Muhammad ingin pergi ke kota untuk melihat sebuah pesta perkawinan.
"Tolong jaga kambing-kambingku," pinta Muhammad pada seorang teman Muhammad. "Selama ini, kamu selalu ada di padang gembala seperti seorang pertapa."
Muhammad pun pergi memasuki Mekah.
Di ujung kota, ia melihat ada sebuah pesta perkawinan yang dipenuhi dengan berbagai hiburan dan musik.
Namun, belum sempat Muhammad tiba di rumah itu, tubuhnya tiba-tiba disergap keletihan. Muhammad duduk bersandar di dinding dan tertidur lelap sampai pagi. Ia tidak sempat melihat tontonan di pesta sedikit pun.
Esok harinya, Muhammad datang lagi ke Mekah dengan maksud yang sama. Kali ini, sebelum ia tiba si tempat pesta, telinganya mendengar musik indah yang turun dari langit, musik yang jauh lebih indah dari pada semua musik di dunia ini. Musik itu membuai Muhammad dan ia pun kembali tertidur.
Sejak itu, Muhammad tidak lagi berminat untuk melihat pertunjukan musik di pesta. Agar terhindar dari kenakaln-kenakalan yang sering dibuat para pemuda seusianya, Muhammad memutuskan untuk menikah saja.
Saudaraku tercinta, tahukah kalian, bahwa Muhammad kemudian berniat menikah dengan seorang gadis?
-----to be continued-----
Ensiklopedia Mini:
🍃Al-amin🍃
Akhlak Muhammad yang demikian baik selagi muda membuatnya disayang dan dipercaya semua orang hingga ia pun dijuluki Al Amin, artinya "Yang Dipercaya"
Sumber : buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda) halaman 34-35
Sirah Nabawiyah 2 - HILFUL FUDHUL - 16
Author: Unknown
|
at:18.19
|
Category :
ODOS
|
" HILFUL FUDHUL "
Saudaraku tercinta, selain mengikuti peperangan, Muhammad yang masih remaja juga mengikuti sebuah perjanjian yang amat baik. Perjanjian itu kelak dikenal dengan nama Hilful Fudhul.
Perjanjian ini bertujuan untuk melindungi hak - hak para pedagang asing yang seringkali terdzalimi. Pencetus perjanjian ini adalah protes seorang pedagang asing dari Yaman. Saat itu, Ash bin Wa'il, seorang saudagar Mekah, tidak mau membayar utang kepada si pedagang. Pedagang itu lalu menggubah sebuah syair dan membacakannya di depan umum.
Syair ini amat menggugah perasaan para pemuka Quraisy. Mereka khawatir apabila dibiarkan terus, para pedagang asing tidak mau lagi memasuki Mekah. Apalagi perang Fijar mengakibatkan mulai terjadinya perpecahan di pihak Quraisy. Sepeninggal Abdul Muthalib, orang - orang Quraisy dari keluarga yang lain sudah berani mencoba menantang kekuasaan pemerintahan Quraisy. Maka, atas usul Zubair bin Abdul Muthalib, seorang paman Muhammad, orang - orang Quraisy dari keluarga Hasyim, Zuhra, dan Taim berkumpul. Mereka bersepakat dan berjanji atas nama Tuhan Maha Pembalas bahwa Tuhan akan berada di pihak yang terdzalimi sampai orang itu tertolong.
Pertemuan itu sendiri berlangsung di rumah Abdullah bin Jud'an At Taimi yang megah. Perjanjian Hilful Fudhul ini menjamin perlindungan terhadap hak - hak orang yang lemah. Muhammad ikut menyaksikan perjanjian dan amat menyukainya. Setelah kelak diutus menjadi seorang Rasulullah, Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, " Aku tidak suka mengganti perjanjian yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an itu dengan jenis unta yang baik. Kalau sekarang aku diajak, pasti akan kukabulkan. "
Demikianlah, saudaraku tercinta, beberapa kejadian penting yang pernah diikuti Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pada masa remajanya. Namun, selain kejadian - kejadian itu, apa pekerjaan utama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam ketika remaja?
------to be continued--------
Ensiklopedi Mini
Besarnya Diyat
Diyat adalah pembayaran ganti rugi. Untuk kematian, ganti ruginya sebanyak 100 ekor unta. Kalau satu kaki atau tangan hilang atau mata menjadi buta, diganti 50 ekor unta. Jika wajah cacat total, nilai gantinya 100 unta. Luka sampai menembus otak, 33 ekor unta. Cacat kelopak mata, 25 ekor. Satu jari hilang atau tulang retak, 15 ekor. Luka sampai tulang kelihatan, 10 ekor. Satu gigi copot, diganti 5 ekor unta. Demikian seterusnya dalam ketetapan yang rinci.
Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 2 ( Masa Muda ) halaman 32 - 33
#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh
Saudaraku tercinta, selain mengikuti peperangan, Muhammad yang masih remaja juga mengikuti sebuah perjanjian yang amat baik. Perjanjian itu kelak dikenal dengan nama Hilful Fudhul.
Perjanjian ini bertujuan untuk melindungi hak - hak para pedagang asing yang seringkali terdzalimi. Pencetus perjanjian ini adalah protes seorang pedagang asing dari Yaman. Saat itu, Ash bin Wa'il, seorang saudagar Mekah, tidak mau membayar utang kepada si pedagang. Pedagang itu lalu menggubah sebuah syair dan membacakannya di depan umum.
Syair ini amat menggugah perasaan para pemuka Quraisy. Mereka khawatir apabila dibiarkan terus, para pedagang asing tidak mau lagi memasuki Mekah. Apalagi perang Fijar mengakibatkan mulai terjadinya perpecahan di pihak Quraisy. Sepeninggal Abdul Muthalib, orang - orang Quraisy dari keluarga yang lain sudah berani mencoba menantang kekuasaan pemerintahan Quraisy. Maka, atas usul Zubair bin Abdul Muthalib, seorang paman Muhammad, orang - orang Quraisy dari keluarga Hasyim, Zuhra, dan Taim berkumpul. Mereka bersepakat dan berjanji atas nama Tuhan Maha Pembalas bahwa Tuhan akan berada di pihak yang terdzalimi sampai orang itu tertolong.
Pertemuan itu sendiri berlangsung di rumah Abdullah bin Jud'an At Taimi yang megah. Perjanjian Hilful Fudhul ini menjamin perlindungan terhadap hak - hak orang yang lemah. Muhammad ikut menyaksikan perjanjian dan amat menyukainya. Setelah kelak diutus menjadi seorang Rasulullah, Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, " Aku tidak suka mengganti perjanjian yang kuhadiri di rumah Ibn Jud'an itu dengan jenis unta yang baik. Kalau sekarang aku diajak, pasti akan kukabulkan. "
Demikianlah, saudaraku tercinta, beberapa kejadian penting yang pernah diikuti Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pada masa remajanya. Namun, selain kejadian - kejadian itu, apa pekerjaan utama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam ketika remaja?
------to be continued--------
Ensiklopedi Mini
Besarnya Diyat
Diyat adalah pembayaran ganti rugi. Untuk kematian, ganti ruginya sebanyak 100 ekor unta. Kalau satu kaki atau tangan hilang atau mata menjadi buta, diganti 50 ekor unta. Jika wajah cacat total, nilai gantinya 100 unta. Luka sampai menembus otak, 33 ekor unta. Cacat kelopak mata, 25 ekor. Satu jari hilang atau tulang retak, 15 ekor. Luka sampai tulang kelihatan, 10 ekor. Satu gigi copot, diganti 5 ekor unta. Demikian seterusnya dalam ketetapan yang rinci.
Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 2 ( Masa Muda ) halaman 32 - 33
#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh
Sirah Nabawiyah - PERANG FIJAR - 15
Author: Unknown
|
at:18.18
|
Category :
ODOS
|
"PERANG FIJAR"
Saudaraku pecinta rasul, sebagai seorang remaja yang tumbuh di lingkungan Jazirah Arab, Muhammad juga mengalami peperangan. Perang itu disebut Perang Fijar. Saat peperangan mulai, umur Muhammad memasuki lima belas tahun.
Perang itu sendiri disebabkan sebuah pembunuhan. Barradz bin Qais dari Bani Kinanah membunuh Urwa Ar Rahhal bin Utba dari Bani Hawazin hanya karena Barradz jengkel ketika Urwa dipilih untuk memimpin kafilah dagang Nu'man bin Mundhir yang kaya. Diam-diam, Barradz mengikuti kafilah Urwa dari belakang dan membunuh Urwa, padahal ketika itu adalah bulan suci, bulan yang tidak diperkenankan bagi siapa pun untuk menumpahkan darah.
Karena Quraisy pelindung Barradz, Bani Hawazin mengumumkan perang terhadap Quraisy untuk membalas kematian Urwa. Perang pun pecah pada bulan suci. Selama empat tahun berturut-turut, kedua belah pihak saling berperang.
Dalam pertempuran itu, awalnya Muhammad bertugas memunguti anak-anak panah lawan yang berjatuhan dan memberikannya kepada paman-pamannya untuk balas ditembakkan. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, ia juga ikut menembakkan panah itu ke arah lawan untuk melindungi paman -pamannya. Setelah menjadi Rasulullah, Muhammad pernah bercerita tentang Perang Fijar itu, "Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu sebab aku tidak suka kalau aku tidak ikut melaksanakannya juga."
Perang pun berakhir dengan perdamaian ala pedalaman: pihak yang menderita lebih sedikit korban manusianya harus membayar ganti rugi kepada pihak lain sejumlah selisih kelebihan korban. Dalam hal ini, pihak Quraisy yang lebih sedikit menderita korban harus membayar kelebihan korban sebanyak dua puluh orang Hawazin.
------ to be continued ------
Ensiklopedia Mini :
"Barradz bin Qais "
Barradz bin Qais, penyebab Perang Fijar, adalah seorang pemabuk. Karena merusak citra sukunya, ia diusir dan mendapat naungan suku lain. Namun, di sini pun ia mabuk berat dan membuat onar sehingga diusir lagi. Akhirnya, Harb bin Muawiyah, ayah Abu Sufyan, menampungnya walaupun hampir saja Barradz diusir lagi karena terus berbuat onar. Karena perlindungan Harb dari Quraisy inilah, Bani Hawazin menyerang Quraisy ketika Barradz bin Qais membunuh Urwa bin Utba.
Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 30 - 31
#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh
Saudaraku pecinta rasul, sebagai seorang remaja yang tumbuh di lingkungan Jazirah Arab, Muhammad juga mengalami peperangan. Perang itu disebut Perang Fijar. Saat peperangan mulai, umur Muhammad memasuki lima belas tahun.
Perang itu sendiri disebabkan sebuah pembunuhan. Barradz bin Qais dari Bani Kinanah membunuh Urwa Ar Rahhal bin Utba dari Bani Hawazin hanya karena Barradz jengkel ketika Urwa dipilih untuk memimpin kafilah dagang Nu'man bin Mundhir yang kaya. Diam-diam, Barradz mengikuti kafilah Urwa dari belakang dan membunuh Urwa, padahal ketika itu adalah bulan suci, bulan yang tidak diperkenankan bagi siapa pun untuk menumpahkan darah.
Karena Quraisy pelindung Barradz, Bani Hawazin mengumumkan perang terhadap Quraisy untuk membalas kematian Urwa. Perang pun pecah pada bulan suci. Selama empat tahun berturut-turut, kedua belah pihak saling berperang.
Dalam pertempuran itu, awalnya Muhammad bertugas memunguti anak-anak panah lawan yang berjatuhan dan memberikannya kepada paman-pamannya untuk balas ditembakkan. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, ia juga ikut menembakkan panah itu ke arah lawan untuk melindungi paman -pamannya. Setelah menjadi Rasulullah, Muhammad pernah bercerita tentang Perang Fijar itu, "Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu sebab aku tidak suka kalau aku tidak ikut melaksanakannya juga."
Perang pun berakhir dengan perdamaian ala pedalaman: pihak yang menderita lebih sedikit korban manusianya harus membayar ganti rugi kepada pihak lain sejumlah selisih kelebihan korban. Dalam hal ini, pihak Quraisy yang lebih sedikit menderita korban harus membayar kelebihan korban sebanyak dua puluh orang Hawazin.
------ to be continued ------
Ensiklopedia Mini :
"Barradz bin Qais "
Barradz bin Qais, penyebab Perang Fijar, adalah seorang pemabuk. Karena merusak citra sukunya, ia diusir dan mendapat naungan suku lain. Namun, di sini pun ia mabuk berat dan membuat onar sehingga diusir lagi. Akhirnya, Harb bin Muawiyah, ayah Abu Sufyan, menampungnya walaupun hampir saja Barradz diusir lagi karena terus berbuat onar. Karena perlindungan Harb dari Quraisy inilah, Bani Hawazin menyerang Quraisy ketika Barradz bin Qais membunuh Urwa bin Utba.
Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 30 - 31
#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh
Langganan:
Postingan (Atom)
loading..
