Rabu, 01 April 2015

Pendidikan anak umur 0-7 tahun


REVIEW KONSEP DAN TEKNIS PENDIDIKAN PRE AQIL BALIGH 0-7 TAHUN

oleh ibu Septi Wulandani (owner www.ibuprofesional.com) grup WA Selasa, 31 Maret 2015 Pada anak usia 0-7 tahun, anak dibuat kaya wawasan. Memperkaya wawasan berbeda dengan menjejalkan (outside in). Memperkaya wawasan dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah adalah dengan keyakinan bahwa tiap anak sudah memiliki fitrah belajar, konsep-konsep dasar berpikir, sehingga mampu menalar. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyadarkan anak-anak dengan menginspirasi, menunjukkan, mengencourage dstnya, sehingga mereka akan belajar dengan sendirinya. Istilahnya kerennya, “dont too much teaching, but more learning”. Lihatlah bagaimana Allah SWT mempersiapkan pendidikan usia dini Rasulullah SAW. Siroh mencatat bahwa Rasulullah SAW adalah seseorang yang paling lembut dan halus tutur katanya. Kefasihan tutur itu adalah bahasa ibu yang diperoleh beliau dengan baik ketika tinggal di Bani Sa’diah pada rentang usia 0-5 tahun, yang bahasanya masih murni. Bahasa bukanlah sekedar grammar, dia adalah ekpresi pikiran dan perasaan, gagasan dan curhatan. Bahasa Ibu sangat penting untuk membentuk generasi aqil baligh pada tahap berikutnya. Yang kedua, adalah BBA – belajar bersama alam, belajar di alam terbuka, meng”alami” langsung fenomena-fenomena di alam dan di sekitar. Rasulullah SAW memiliki fisik yang sehat dan kuat selama belajar di alam. Yang ketiga adalah akhlak dan kearifan lokal yang sesuai dengan akhlak Islam.Yang keempat adalah aqidah atau ma’rifatullah. Panduan untuk mengembangkan fitrah anak di usia 0-7 tahun yaitu: a. Fitrah Keimanan : mulailah mengenal Allah s.w.t dan menikmati segala kebesarannya b. Fitrah Belajar : kuatkanlah bahasa ibu anak-anak serta explored isi alam ini dengan kegiatan bermain bersama di alam c. Fitrah Bakat : tour de talent, gunakan waktu anda untuk melihat segala macam bakat yg diberikan Allah ke setiap orang, sehingga fitur unik ini digunakan untuk menjalankan misi hidupnya. Explore bakat anak. Salah satu contoh dengan mengajak anak untuk melihat keanekaragaman bakat/profesi yang ada di muka bumi ini, agar mereka kaya wawasan, sehingga kaya akan mimpinya untuk masa depan d. Fitrah Perkembangan: Gunakanlah pola rasul dlm menguatkan fisik anak, mulai pola makan, pola tidur, pola OR dll -Home Education Berbasis Potensi dan Akhlak- DISKUSI💢 bunda AiKo T: Bagaimana tips n trik mengembangkan fitrah keimanan di usia 2 tahun dan bagaimana parameter pencapaiannya?? Sementara ini, anak sy (2yo) baru mengenal konsep "semua ciptaan Allah" dan sy sebisa mungkin baru mengenalkan konsep Kebesaran dan Keindahan Allah dlm segala ciptaan-Nya, blm sampai pd pengenalan akan siksa dll. Alhamdulillah sejak usia 20 bulanan dia sdh merekam konsep "semua ciptaan Allah" J : bunda Aiko, betul di usia 2-7 th ini anak diajarkan untuk mengenal ciptaan Allah, belajar mengenal alam dan lingkungannya. Semua mainan dan apa yg melekat, dirasakan anak-anak harus dimaknai, diyakinkan bahwa ini dari Allah, rizkinya dilewatkan ayah bunda. Insya Allah anak makin paham ttg siapa Allah✅ bunda rizka T : Apa sebenarnya pengertian dan operasional dari bahasa ibu? Dan bahasa ibu yg bagaimana yg baik untuk mengembangkan mental anak? Senada dgn bunda rizka pertanyaan bunda vivi T : apakah bahasa ibu itu harus yg lemah lembut? Bgmn kalo faktor lahir ato lingkungan yg cenderung memakai kata2 yg keras apkh berpengaruh byk pda anak? Contoh sahabat rosul spt umar beliau dikenal keras dan tegas tp jg sekaligus lembut mudah terenyuh krn mudah menangis .sptnya tdk masalah dg faktor keimanan J : bunda Rizka, bahasa ibu adlh bahasa yg dipakai ibu sehari-hari untuk berkomunikasi "tidak hanya sekedar berbicara". Bahasa ibu ini berfungsi untuk membangun imaji positif anak yg dimaknai dr bahasa ibunya. Bahasa ibu harus dilatih dg benar. Firm love, cinta yg tegas. Next kita bahas ttg komunikasi produktif✅ bunda indriawati T : Sejak umur 2 tahun klo anak salah harus mulai tegas, bagaimana mnyingkronkan dengan prinsip 0-7 tahun perlakukan anak sebagai raja? J : bunda indriawati, kl di keluarga kami, pemaknaan anak sbg raja, bukan diartikan dituruti semua yg dia inginkan. Kami berdua dg suami memaknai raja itu selalu mrndapatkan kualitas prima. Maka memberikan waktu dan hati kami dg kualitas prima saat mereka usia 0-7 th. Raja itu harus mendapatkan "high priority", maka anak usia 0-7 th harus menjadi prioritas utama kami dalam menata jadwal aktivitas kami. 0-7 th adalah saat anak membentuk karakternya, harus jelas mana yg baik dan tidak✅ bunda Anik T : 1. ttg mengasah bakat. bagaimana menyiasati/menyalurkan bakat anak yang tidak tersalurkan ya? misal anak sy suka olahraga. pernah ikut kelas sepatu roda dan renang, terlihat menikmati dan suka sekali. cepat mahir. tapi akhirnya berhenti krn sy kerepotan mengantarjemputnya. ditungguin orang lain gak mau. bgmn dg kasus seperti ini? 2. jika pada masa 0-7 th sudah terlanjur 'menjejali' dg macam2 (baca tulis hitung) apa efeknya? bagaimana cara mengejar ketinggalan pengenalan fitrah keimanan ttg mengenal Allah sedang anaknya sdh usia 8th lebih. dl kecilnya gak diceritain ttg sifat2 Allah :(✅ J : bunda anik, usia 7-10 th adalah saatnya anak mencoba satu persatu passionnya, sebelum nanti bertemu dg bakatnya. Berikan kesempatan. Kita usahakan andaikata berhenti menekuni bidang tertentu itu krn keputusan anak. Bukan krn faktor ortunya. Shg luangkan waktu sungguh2 di usia ini. Krn kl tdk anak akan melakukan di jenjang usia berikutnya. Bahkan yg parah sdh berkeluargapun baru mulai tahap coba-coba menemukan passion dan bakat. Anak yg dijejali calistung harus di detoks dg aktivitas luar yg mrnyenangkan Untuk fitrah keimanan, sgr dikejarkan ya bunda, mulai dari tahap awal✅ Bunda Siwi T : Kalau anak tiba-tiba mukul perlu kita tanyakan alasannya atau langsung kita beri konsekuensi sakit karena dipukul. Misalnya Ananda mukul..lantas kita langsung bilang " lhoo kok mukul,, coba kakak dipukul. Sakit kan? " seraya kita mencontohkan memukul. Atau "lhoo..kakak kenapa kok Mukul? Kakak marah? Sedih? " J : bunda siwi, saat terjadi perkelahian antar anak (saling pukul) jgn buru2 masuk ke dlmnya. Kita mengawasi tingkat bahaya nya saja. Setelah itu baru kita tanyakan kronologisnya tanpa harus membela keduanya. Kalau anak sering memukul sbg habit buruk, maka kita perlu tegas, gunakan bahasa tubuh, jgn banyak memakai bahasa verbal. Agar anak mendapat efek jera✅

Ayah Fajar T : Bunda, kalo untuk umur 3 bulan. Teknisnya gmna ya menjalankan panduan yg dijelaskan bunda septi? ✅ J : Ayah fajar, tahapan di atas masih terbagi lagi menjadi 0-2 th. Di masa ini ansk-anak sdg membangun bonding dg ortunya terutama sang ibu. Transfer of feeling penting sekali di masa ini. Karena anak akan merasakan "rahman rahiim nya Allah" lewat dekapan dan air susu ibu. Akan merasakan "maha melindungi nya Allah" lewat penjagaannya dirinya oleh ortunya dll. Maka di usia ini jangan menyusui sambil main hp. Jangan menyuapi anak sambil nonton tv dll.✅ bunda rima T : 1. contoh bermain dg alam selain outbond? 2. bgmn mengajarkan ank berbagi?umur 2-4th biasanya kepemilikan brg nya msh tinggi 3.ketika anak diajak silaturahmi unt umur 1-4th mrk kan msh bereksplorasi.bgmn menasehatinya?krn ndak enak jg sm tuan rmhnya J : Bunda Irma, jangan dimaknai bermain dengan alam disini hanya seperti outbond dan jalan-jalan di alam. Anak-anak itu belajar melalui bermain, dan alam menjadi kelasnya. Maka latih penalarannya dengan melihat proses yang terjadi di alam. Sering melihat fenomena alam. Memahami tentang dirinya bersama lingkungannya juga termasuk bermain bersama alam. Jadikan alam ini menjadi sekolahnya anak-anak, agar kelak anak-anak bisa mengemban amanah sebagai Rahmat bagi semesta alam. 2. Mengajarkan anak berbagi di usia 2-4 th, mulailah melatih di meja makan. kami sering memaknai meja makan sebagai meja peradaban. Saat makan bersama anak biasa diajak mengenal adab. Kalau ada makanan yang ada di depannya maka tawarkanlah kepada saudaranya sebelum dirinya sendir yang mengambil. Terus menerus dilatih. Maka anak akan terbiasa memiliki habit baik 3. Tahapan Iman, Akhlak, Adab dan cara berbicara harus terus dilatihkan terus. Belajarlah di rumah tentang segala adab ini, termasuk adab bertamu. Role play di rumah terlebih dahulu sebelum anak praktek. Dan jangan kita lepas saat bertamu, karena anak yang tidak tahu adab, mencerminkan bagaiman karakter kita sebagai orangtuanya.✅

0 komentar:

 

Cuman Cerita Kami Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template