Senin, 09 November 2015

sirah Nabawiyah 4 -Laki-Laki dari Suku Giffar- 29

Judul ke 29-jilid 4

Laki-Laki dari Suku Giffar

Saudaraku tercinta, berita tentang ajaran Islam sudah mulai menyebar ke seluruh pelosok Jazirah Arabia. Suatu hari, datanglah seorang laki-laki berwajah ramah dan bijaksana. Ali bin Abu Thalib melihatnya, lalu menegur, "Sepertinya, Anda laki-laki asing?"

"Betul, namaku Abu Dzar dari suku Bani Ghiffar."

Sebelum datang sendiri, Abu Dzar mengutus seorang saudaranya untuk mencari berita tentang Rasulullah SAW. Setelah melihat apa yang dilakukan Rasulullah SAW, saudara Abu Dzar melaporkan, "Demi Allah, aku telah melihat orang yang menyuruh kepada kebaikan dan mencegah dari kenurukan."

Karena belum puas dengan berita itu, Abu Dzar pun datang ke Mekah.

Ali bin Abu Thalib mengajak Abu Dzar bermalam di rumahnya. Esok harinya, Ali bertanya kepada Abu Dzar, "Jika Anda tidak keberatan bercerita, apa gerangan yang mendorong Anda datang ke negeri ini?"

"Kalau Anda berjanji untuk merahasiakannya, aku akan menceritakannya."

Ali mengangguk.

Kemudian, Abu Dzar berkata, "Di kampungku, kami mendengar tentang seseorang yang bernama Muhammad. Orang mengatakan bahwa ia membawa ajaran baru. Aku ingin menemuinya. Namun, aku tahu pemerintah Quraisy akan menindak setiap orang asing yang sengaja menemuinya."

"Ikuti saya," bisik Ali bin Abu Thalib, "masuklah ke tempat saya masuk. Jika saya melihat orang yang saya khawatirkan akan mengganggu keselamatan Tuan, saya akan merapat ke tembok dan Tuan silakan berjalan terus."

Malam itu juga, Abu Dzar bertemu Rasulullah SAW.

"Hatiku sangat pedih melihat orang-orang kaya yang congkak, budak-budak yang sengsara, kaum perempuan yang tertindas, kaum miskin yang tidak mampu berbuat apa-apa. Apa yang Islam tawarkan untuk mengatasi semua ini?" Tanya Abu Dzar.

Rasulullah SAW menjawab semua pertanyaan itu sampai Abu Dzar merasa sangat puas. Saat itu juga, Abu Dzar menyatakan keimanannya dengan semangat menggelora.

Ketika Abu Dzar berpamitan, Rasulullah SAW berpesan, "Wahai Abu Dzar, kembalilah ke masyarakatmu. Kabarkanlah kepada mereka ajaran Islam dan rahasiakanlah pertemuan kita ini dari penduduk Mekah karena aku khawatir mereka akan mengganggu keselamatanmu."

Namun, Abu Dzar malah pergi ke Ka'bah dan berseru-seru mengajak orang masuk Islam. Apa yang kemudian terjadi?

-------bersambung-------

Ensiklopedia Mini:

Bersabarlah, Wahai Abu Dzar

Suatu hari, Rasulullah SAW bertanya kepada Abu Dzar, "Wahai Abu Dzar, bagaimana pendapatmu jika menjumpai para pembesar yang mengambil barang upeti untuk diri mereka pribadi?" Jawab Abu Dzar, "Demi yang telah mengutus Anda dengan kebenaran, akan saya tebas mereka dengan pedang saya!" Sabda Rasulullah SAW, "Maukah kamu aku beri jalan yang lebih baik dari itu? Yaitu bersabarlah sampai kamu menemuiku."

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 4 (Ketabahan) halaman 58-59

Sygma Daya Insani-Jabar

Sirah Nabawiyah 4 - KEBERANIAN RASULULLAH- 28

Judul ke- 28, jilid 4

🏇 KEBERANIAN RASULULLAH

    Memang tidak ada yang berani ! Tidak seorangpun! Namun, mereka menyarankan sesuatu kepada laki-laki asing itu, " Carilah Muhammad dan mintalah tolong kepadanya. "

    Walau menyarankan begitu, hampir semua orang yakin, Rasulullah tidak akan mampu melakukannya. Semua tahu bahwa Abu jahal adalah musuh Rasulullah yang paling jahat dan beringas.

    " Ada apa, Saudara? Apa bisa kubantu? " Demikian sapa Rasulullah ketika orang asing itu datang.

    " Tuan, aku adalah orang asing di sini. Amr bin Hisyam tidak mau membayar unta yang dibelinya dariku ! "

    Rasulullah mengajak lelaki itu kerumah Abu Jahal. Melihat mereka, orang-orang tertawa gaduh. Mereka yakin Muhammad tidak akan punya cukup keberanian untuk menghadapi Abu Jahal. Muhammad pasti akan mengecewakan laki-laki asing itu. Mereka bersiap-siap melontarkan ejekan paling menyakitkan untuk meruntuhkan wibawa Rasulullah di hadapan para pengikutnya.

    Ketika Rasulullah dan orang asing itu tiba di rumah Abu Jahal, ia sedang berada di tengah-tengah budak dan para penunggang kudanya. Tiba-tiba, pintu diketuk dengan keras. Wajah Abu Jahal memerah menahan marah, " Siapa yang berani mengetuk pintuku sekeras itu ? Tidak tahu dia kalau aku tengah berada di tengah para bawahanku ! Dengan mudah, mereka bisa kusuruh melumatkan orang itu ! "

    Abu Jahal membuka pintu dan terkejut melihat Rasulullah di depannya. Saat itu, wajah Rasulullah tampak sangat penuh percaya diri. Hati beliau sudah bulat untuk membela orang yang teraniaya ini. Dengan keras, Rasulullah memberi perintah kepada Abu Jahal, " Berikanlah hak orang ini. "

    Abu Jahal tidak berkata sepatah kata pun. Ia masuk rumah dan keluar lagi untuk membayar pembelian unta laki-laki asing itu.

    Orang asing itu sangat berterima kasih kepada Rasulullah. Ia segera pergi dan bercerita kepada orang-orang di sekitar Ka'bah. Mau tidak mau, keberanian Rasulullah ini menimbulkan rasa kagum di hati mereka. Mereka yang tadi sudah bersiap mengejek pun membubarkan diri dengan perasaan bercampur aduk : kesal, geram, tetapi sekaligus hormat dan kagumM

------- bersambung ---------

📚Ensiklopedi mini

Abdullah bin Abi Umayyah
Abdullah bin Abi Umayyah adalah anak bibi Rasulullah, ia berkata kepada Rasulullah, " Aku akan beriman kepadamu sampai kamu naik tangga ke langit dan turun membawa empat malaikat. Setelah itu pun, rasanya aku masih belum percaya kepadamu. " Rasulullah merasa amat sedih mendengarnya.

🔹sumber ; Buku Muhammad Teladanku, jilid 4 ( ketabahan ), halaman 56 - 57

💫 Sygma Daya Insani
     Jawa Barat

Rabu, 04 November 2015

Sirah Nabawiyah 4 - Ajakan Saling Menyembah Berhala - 16

Ajakan Saling Menyembah Berhala

Di Mekah, para pembesar Quraisy, Abu Jahal bin Hisyam, Abu Sufyan bin Harb, Abu Lahab, Utbah bin Rabi'ah, Walid bin Mughirah, dan Umayyah bin Khalaf mengundang Rasulullah saw ke pertemuan mereka. Sejenak, hati Rasulullah saw penuh harapan, mungkin lewat pertemuan hari ini mereka akan tersentuh oleh Islam.

Alangkah kecewanya Rasullah saw ketika lagi-lagi yang mereka tawarkan kepadanya adalah soal harta dan kekuasaan. Beliau diam sejenak, lalu berkata, "Apa yang kalian katakan sama sekali tidak pernah terlintas dalam lubuk hatiku. Aku datang memenuhi ajakan kalian untuk mengadakan perundingan. Tidak ada maksud sama sekali untuk mencari harta kekayaan, tidak pula kemuliaan, dan kekuasaan. Allah telah mengutus diriku sebagai utusan bagi kalian semua. Jika kalian mau menerima ajaran-ajaran yang kubawa, hal itu merupakan keberuntungan kalian di dunia dan akhirat. Jika kalian semua menolak, aku akan bersabar hingga Allah memutuskan persoalan yang terjadi di antara aku dan kalian."

Para pembesar Quraisy itu mengerutkan kening. Lagi-lagi Muhammad bicara tentang Tuhannya. salah seorang di antara mereka pun akhirnya bicara, "Marilah antara kami dan engkau mengadakan kerja sama dalam persoalan ketuhanan ini. Jika yang kami sembah lebih baik daripada yang engkau sembah, kami akan memperoleh keuntungan darinya. Jika yang engkau sembah lebih baik daripada yang kami sembah, engkau akan memperoleh keuntungan darinya."

Orang itu menarik napas sejenak, lalu melanjutkan lagi, "Maka, engkau harus menyembah tuhan-tuhan kami dan menjalankan perintah-perintahnya. Kami akan menyembah Tuhanmu dan menjalankan perintah-Nya."

Rasulullah saw tidak menunggu sejenak pun untuk menanggapi. Beliau mengutip sebuah ayat Al Qur'an, "Tidak! Aku tidak akan menyembah yang kalian sembah. Kalianpun bukanlah orang-orang yang menyembah apa yang aku sembah. Bagi kalian adalah agama kalian. Bagiku adalah agamaku."

Perundingan pun buntu. Para pembesar Quraisy itu merasa tidak ada jalan lagi untuk melakukan perubahan. Mereka harus menganbil tindakan keras! Begitu kerasnya sampai Muhammad dan pengikutnya akan meminta ampun kepada mereka!


----bersambung---

Ensiklopedia Mini:

🏃Sempat Kembali

Kaum muslimin yang berhijrah ke Habasyah sempat kembali ke Mekah karena mendengar berita bahwa orang Quraisy sudah tidak terlalu keras memusuhi Rasulullah saw dan pengikutnya. Namun, ketika mengetahui bahwa orang Quraisy malah bersikap semakin keras, mereka kembali berhijrah ke Habasyah.



Sumber: Buku Muhammad teladanku jilid 4 (Ketabahan) halaman 32-33

Sirah Nabawiyah 4 - KAUM MUSLIMIN MENANG - 15

KAUM MUSLIMIN MENANG

Saudaraku tercinta, siasatpara utusan Quraisy itu sederhana saja."Paduka," kata mereka kepada Najasyi pada keesokan harinya," sesungguhnya kaum Muslimin menuduh keji kepada Isa anak Maryam."

Mendengar itu, Najasyi terkejut. Dia segera kembali memanggil Ja'far dan teman-temannya.

"Benarkah kalian menuduh Isa anak Maryam dengan tuduhan yang jelek?" Tanya Najasyi.

Ja'far kembali menjawab dengan tenang, "Tentang dia, pendapat kami adalah seperti yang dikatakan Nabi kami,`Dia adalah hamba Allah dan Utusan-Nya, Roh-Nya, dan Firman-Nya yang disampaikan kepada perawan Maryam.

Najasyi turun dari singgasananya dengan mata berbinar gembira. Dia menggambil sebuah tongkat dan membuat garis lurus diatas tanah.

"Antara agama Tuan-Tuan dan agama kami, "katanya penuh gembira bercampur haru, "sebenarnya tidak lebih dari garis ini."

Nyata bagi Najasyi bahwa kaum Muslimin mengakui Nabi Isa, mengenal adanya kristen, dan menyembah Allah.

Kedua utusan Quraisy pun pulang dengan tangan hampa. Tidak ada lagi celah bagi tuduhan atau siasat yang dapat mereka lancarkan. Pil pahit ini akan segera sampai kepada para pemuka Quraisy di Mekah.

Setelah itu, kaum muslimin tinggal di habasyah dengan perasaan aman dan tentram.

----bersambung-----

Ensiklopedi mini

 NEGUS

Negus adalah sebutan untuk raja Habasyah. Dahulu Habasyah bersekutu dengan kerajaan Saba dan harus membayar upetiyang disebut nags kepada kerajaan Saba. Dari kata nags inilah timbul kata Negus, yang oleh orang Arab diucapkan Najasyi. Ketika kaum Muslimin berhijrah ke Habasyah penduduk negeri itu sudah 300 th lamanya memeluk agama kristen.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 4 hal 30-31

Sirah Nabawiyah 4 - Surat Maryam - 14

Surat Maryam

"Ya". Jawab Ja'far. Lalu, ia membacakan Surat Maryam dari pertama sampai pada ayat, "Lalu ia memberi isyarat menunjuk kepadanya. Kata mereka, 'Bagaimana kami akan dengan anak yang masih muda belia?' Dia (Isa) berkata, 'Aku adalah hamba Allah, diberi-Nya aku kitab dan dijadikan-Nya aku seorang Nabi. Dijadikan-Nya aku seorang pembawa berkah di mana saja aku berada dan dipesnkan-nya kepadaku melakukan shalat dan zakat selama hidupku. Dan berbaktilah aku kepada ibuku, bukan dijadikan-Nya aku orang congkak yang celaka. Bahagialah aku tatkala aku dilahirkan, tatkala aku mati, dan tatkala aku hidup kembali."

Saudaraku tercinta, ayat-ayat Al Qur'an itu membenarkan isi Kitab Injil. Semua pemuka istana dibuat terkejut. Mereka berkata, "Itu kata-kata yang keluar dari sumber yang mengeluarkan kata-kata Isa Al Masih."

Penuh haru, Najasyi membenarkan para pembesar istananya, "Kata-kata ini dan yang di bawa oleh Musa, keluar dari sumber cahaya yang sama."

Najasyi berpaling kepada kedua utusan Quraisy, "Pergilah. Kami takkan menyerahkan mereka kepada Tuan-Tuan!"

Kaum muslimin saling berpandangan penuh syukur. Sementara itu, Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi'ah berjalan keluar istana dengan wajah murung.

"Tidak bisa begini," keluh Abdullah. "Tidak bisa kita jauh-jauh datang ke sini untuk kemudian pulang dengan tangan hampa dan terhina."

Amr bin Ash, yang terkenal lihai dalam bersiasat, merenung sejenak.

"Rasanya, aku masih punya siasat lain," katanya. "Namun, biar kita kembali esok hari. Biarkan para pengikut Muhammad itu merasa senang. Besok, akan kita kejutkan mereka dengan pernyataan yang akan kita ajukan kepada Najasyi."

----bersambung---

Ensiklopedia Mini:

📖Al Qur'an akan Terpelihara📖

Sampai kapan pun dan bagaimanapun, keutuhan Al Qur'an akan dijaga oleh Allah SWT. Kepastian ini dapat disimak dalam Al Qur'an surat Al Hijir ayat 9, "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."

Sumber: Buku Muhammad teladanku jilid 4 (Ketabahan) halaman 28-29

Sirah Nabawiyah 4 - JAWABAN KAUM MUSLIMIN - 13

JAWABAN KAUM MUSLIMIN

    Saat itu, yang menjadi juru bicara kaum Muslimin adalah sepupu Rasulullah yang amat tampan, Ja'far bin Abu Thalib.

    "Paduka Raja," ucap Ja'far penuh hormat, "ketika itu, kami masyarakat yang bodoh, kami menyembah berhala, bangkai pun kami makan, segala kejahatan kami lakukan, memutuskan hubungan dengan kerabat, dengan tetanggapun kami tidak baik, yang kuat menindas yang lemah. Demikian keadaan kami sampai Tuhan mengutus seorang utusan Nya dari kalangan kami yang sudah kami kenal asal-usulnya. Dia jujur, dapat dipercaya, dan bersih pula. Dia mengajak kami menyembah hanya kepada Allah Yang Mahatunggal; meninggalkan batu - batu dan patung - patung yang selama itu kami dan nenek moyang kami menyembahnya. Dia menganjurkan kami untuk tidak berdusta, untuk berlaku jujur, mengadakan hubungan baik dengan keluarga dan tetangga, menyudahi pertumpahan darah, serta menghentikan perbuatan terlarang lainnya. Dia melarang kami melakukan segala kejahatan dan menggunakan kata - kata dusta, melarang memakan harta anak yatim, dan melarang mencemarkan perempuan - perempuan yang bersih. Dia minta kami menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Selanjutnya, disuruhnya kami melakukan shalat, zakat, dan shaum (lalu Ja'far menyebut beberapa ketentuan Islam). Kami pun membenarkannya. Kami turut segala yang diperintahkan Allah. Lalu, yang kami sembah hanya Allah Yang Mahatunggal, tidak menyekutukan-Nya dengan apa dan siapa pun juga. Segala yang diharamkan kami jauhi dan yang dihalalkan kami lakukan. Oleh karena itulah, masyarakat kami memusuhi kami, menyiksa kami, dan menghasut supaya kami meninggalkan agama kami dan kembali menyembah berhala supaya kami membenarkan segala keburukan yang pernah kami lakukan dulu. Oleh karena mereka memaksa kami, menganiaya kami, menekan kami dan menghalang - halangi kami dari agama kami, maka kami pun keluar, pergi ke negeri Tuan ini, Tuan jugalah yang menjadi pilihan kami, senang sekali kami berada di dekat Tuan, dengan harapan, di sini tidak akan ada penganiayaan."

    Najasyi mendengarkan dengan penuh kesungguhan, lalu katanya, "Adakah ajaran Tuhan yang dibawanya itu yang dapat Tuan - Tuan bacakan kepada kami?"

--- bersambung ---


📚Ensiklopedi mini

Boleh dan Haram Hijrah

🏇Kaum Muslimin diperbolehkan berhijrah ke negeri lain jika di negerinya menghadapi bencana yang sangat menyulitkan sehingga tidak dapat beribadah dengan baik. Kaum Muslimin diharamkan alias dilarang hijrah ke negeri lain jika kepergiannya malah menyebabkan terabaikannya kewajiban Islam yang memang tidak dapat dilakukan oleh orang lain.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku, jilid 4 (Ketabahan) halaman, 26 - 27.

Sirah Nabawiyah 4 - UTUSAN QURAISY- 12

UTUSAN QURAISY

Saudaraku, apa yang terjadi dengan Muslim yang berhijrah ke Habasyah?
"Kita tidak bisa membiarkan mereka berlindung di Habasyah!" seru seorang pembesar Quraisy. "Dengan perlindungan yang diberikan Raja Najasyi, aku khawatir mereka akan bertambah kuat dan membahayakan kita!"

"Kirim utusan kepada Najasyi!" Sambut pembesar yang lain, "bujuk dia, katakan apa saja agar dia memulangkan para pengikut Muhammad itu!"

Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi'ah diutus menemui Raja Habasyah, Najasyi. Tiba di Habasyah, mereka mempersembahkan hadiah-hadiah berharga untuk raja dan para pembesarnya.

"Paduka Raja, "kata mereka, "kaum Muslim yang datang ke negeri Paduka ini adalah budak-budak kami yang tidak punya malu. Mereka meninggalkan agama bangsanya dan tidak pula menganut agama paduka. Mereka membawa agama yang mereka ciptakan sendiri yang tidak kami kenal dan tidak juga paduka kenal. Kami diutus kepada Paduka oleh pemimpin-pemimpin masyarakat mereka, oleh orangtua-orangtua mereka, paman mereka, dan keluarga mereka sendiri, agar Paduka sudi mengembalikan orang-orang itu kepada kami. Kami lebih mengetahui betapa orang-orang itu mencemarkan dan memaki-maki tuhan-tuhan kami."

Sebenarnya, kedua utusan itu telah menyogok para pembesar istana untuk membantu mereka meyakinkan raja. Namun, Najasyi adalah raja yang bijaksana. Dia sama sekali tidak terpengaruh hadiah-hadiah yang di bawa kedua utusan Quraisy. Dia tidak mau mengusir kaun Muslimin kembali sebelum ia mendengar sendiri apa alasan mereka pergi dari Mekah.

"Bawa para pengungsi itu ke hadapanku!"perintah Najasyi.

Begitu seluruh kaum Muslimin menghadap, Raja bertanya, "Agama apa ini yang sampai membuat Tuan-Tuan meninggalkan masyarakat Tuan sendiri, tetapi tidak juga Tuan-Tuan menganut agamaku atau agama lain?"

Saudaraku, jawaban kaum Muslimin akan menentukan :apakah mereka bisa meyakinkan raja atau mereka dipaksa keluar dari Habasyah sebagai tawanan Quraisy?


-to be continued-

Ensiklopedi mini

"Wajib Hijrah"

Kaum Muslimin wajib hijrah ke tempat lain jika di tempatnya sudah tidak dapat lagi melaksanakan syiar-syiar Islam berupa shalat, shaum, adzan, haji, dan sebagainya. Namun setelah Rosulullah SAW kelak menaklukan Mekah, tidak boleh lagi kaum Muslimin berhijrah. Jika mereka ditindas, mereka harus berjihad melawannya.

Sumber buku Muhammad Teladanku Jilid 4 (ketabahan) hal. 24-25

Sirah Nabawiyah 4 - ISLAM MENGAJARKAN KEBAIKAN - 11

"ISLAM MENGAJARKAN KEBAIKAN"

Islam kemudian menjadi bahan diskusi hangat di kota Mekah. Mereka yang penasaran terus bertanya kepada temannya yang muslim. Sementara itu, mereka yang benci tidak henti-hentinya menjelekkan agama ini.

"Apa yang diajarkan agama baru ini ? Katakan kepadaku, Sobat. Biar aku paham mengapa kamu begitu mudah meninggalkan agama nenek moyang kita," kata seseorang kepada sahabatnya.

"Engkau tahu bahwa hidupku sangat sulit," jawab teman muslimnya, "setiap kali kulihat orang-orang kaya mengendarai kuda-kuda istimewa, mengenakan pakaian mewah, dan memasuki rumah megah, aku jadi bertanya, untuk apa sebenarnya Tuhan menciptakan aku ini ? Aku tidak bisa menikmati hidup kecuali bekerja keras untuk makan sehari-hari. Aku tidak tahu setelah aku mati akan kemana aku pergi. Sungguh sulit rasanya menjadi orang yang berharga dan mulia.

Sang Muslim menoleh dan melihat wajah temannya itu tampak bersungguh-sungguh.

"Namun kemudian, Islam datang dan mengajarkan bahwa kemuliaan bukan terletak pada tumpukan emas dan perak kita, melainkan pada sebanyak apa kebaikan yang telah kita buat. Islam tidak melarang perdagangan dan orang menjadi kaya, tetapi Islam mengajarkan bahwa nilai cinta kasih, persaudaraan, tolong-menolong, dan kebersamaan berada jauh di atas nilai setumpuk harta. Jadi engkau tahu, setelah datangnya Islam, aku merasa menjadi manusia yang lebih berarti daripada sebelumnya."

Sang teman mengangguk-angguk.

"Lebih dari itu,"lanjut si Muslim, "Islam mengenalkan aku kepada siapa sebenarnya Pencipta alam yang patut disembah: bukan berhala yang tidak bisa apa-apa, melainkan Allah. Melalui Rasulullah, Allah menurunkan perkataan-Nya buat kita. Coba dengarkan beberapa ayat berikut ini. Engkau akan tahu bahwa tidak seorang penyair pun yang mampu menandingi keindahan bahasanya apalagi kebenaran isinya."

Kemudian, beberapa ayat Al Qur'an mengalun dari mulut si Muslim dan langsung menembus hati temannya yang kini kian larut dan kian dekat pada kebenaran.

---Bersambung----

Ensiklopedi Mini

"Kesaksian Musuh"

Bahkan para musuh Rasulullah pun tidak dapat mengingkari kejujuran Rasulullah SAW. Tirmidzi meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib bahwa Abu Jahal pernah berkata kepada Rasulullah SAW, "Sesungguhnya kami tidak mendustakanmu, tapi kami mendustakan apa yang engkau bawa."

Sumber : Buku Muhammad Teladanku, Jilid 4 (Ketabahan), Halaman 22-23

Sirah Nabawiyah 4 - BERDAKWAH TERANG-TERANGAN - 10

 BERDAKWAH TERANG-TERANGAN

       Saudaraku tersayang, keesokan harinya Umar mengingat-ingat siapa yang paling keras memusuhi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Jawabannya pun langsung ditemukan "Abu Jahal!" Tanpa membuang waktu, Umar mengetuk pintu Abu Jahal. Abu Jahal keluar dan menyambut Umar, "Selamat datang, wahai kemenakanku! Kabar apakah gerangan yang engkau bawa?"

       "Aku datang untuk memberitahukan kepadamu bahwa aku telah mempercayai ajaran Muhammad!"

        Wajah Abu Jahal pucat. Sambil membanting pintu. Ia berseru lantang. "Mudah-mudahan Allah akan mengutukmu.  Alangkah buruknya apa yang engkau bawa!"

       Tidak berhenti sampai disitu, disepanjang jalan Umar memberitahu setiap orang bahwa ia telah memeluk islam.

       Setelah itu, Umar pergi ke Ka'bah dan mengumumkan keislamannya. Rasa takut dan benci semakin membengkak di hati orang-orang Quraisy yang masih kafir.

       Setelah masuk islam, Umar bertanya, "Wahai Rasulullah bukankah kita berada diatas kebenaran mati maupun hidup?"

       Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Membenarkannya dengan tegas, Umar meminta agar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan kaum muslimin keluar secara terang-terangan. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Menyetujui hal itu. Beliau dan umatnya pun keluar ke jalan-jalan kota Mekkah dalam dua barisan menuju Masjidil Haram. Barisan kanan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dipimpin oleh Hamzah dan dibarisan sebelah kiri dipimpin oleh Umar bin Khatab.

       Sejak itulah Umar digelari Al Faruq( sang pembeda kebenaran dan kebatilan )

------- bersambung -------

Ensiklopedia Mini:

VERSI LAIN KEISLAMAN UMAR BIN KHATAB

Menurut versi lain, keislaman Umar bin Khatab terjadi setelah ia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca ayat Al Qur'an pada malam hari. Saat itu , Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berada di Ka'bah. Setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pulang, ia mencegat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pulang, di antara rumah Abbas dan Ibnu Azhar. Di saat itulah Umar menyatakan diri masuk islam. Wallahu 'alam bishawab.

Sumber :
Buku Muhammad Teladanku jilid 4( Ketabahan  ) hal 20-21
🇮🇩 Sygma Daya Insani -JABAR

Sirah Nabawiyah 4 - Keislaman Umar Bin Khattab - 9

Keislaman Umar Bin Khattab

Berdentum-dentum pintu Darul Arqam diketuk Umar. Sebelum membuka pintu, seorang sahabat mengintip keluar dan terkejut, seperti baru mengalami mimpi buruk.

"Pengetuk pintu adalah Umar bin Khattab!" Desisnya panik kepada Rasulullah SAW dan orang-orang di dalam. "Dia datang dengan pedang terhunus!"

Hamzah bin Abdul Muthalib berdiri dan berkata tenang, "Biarkan saja dia masuk. Jika dia datang dengan bermaksud baik, kita sambut dengan baik. Namun, jika dia datang dengan maksud jahat, kita bunuh saja dia dengan pedangnya."

Setelah berkata begitu, tangan Hamzah bergerak meraba gagang pedangnya. Suasana tambah mencekam ketika pintu dibuka. Namun, Umar tidak juga masuk, ia tetap berdiri dengan sikap garang di depan pintu.

Saudaraku tercinta, melihat itu, Rasulullah SAW pun berdiri berjalan cepat menghampiri Umar. Dengan kecepatan yang bahkan tidak terduga oleh Umar sendiri, tangan Rasulullah SAW yang mulia bergerak dan mencengkram leher baju Umar dengan kuat.

Dengan suara tegas dan tidak bisa dibantah, Rasulullah SAW berkata, "Wahai Umar! Dengan maksud apa engkau datang? Demi Allah aku tidak akan melihat engkau berhenti dengan sikap dan tindakanmu terhadap kami hingga Allah menurunkan bencana untukmu."

Kerongkongan Umar tersekat karena begitu terkejut. Kesombongannya runtuh, bahkan rasa takut menguasainya. Dengan suara lirih ia berkata, "Wahai Rasulullah..."

Semua orang di Darul Arqam tercengang. Mereka lebih tercengang lagi mendengan Umar bin Khattab, sang singa Quraisy, melanjutkan kata-katanya, "Aku berkata kepadamu untuk beriman kepada Allah dan utusan-Nya."

Rasulullah SAW melapaskan cengkramannya dan berkata penuh rasa syukur, "Subhanallah..."

Takbir Hamzah membahana. Pada bulan Dzulhijjah tahun keenam kenabian itu, Umar bin Khattab, sahabat berperang dan teman minumnya, menjadi saudara seiman. Hati mereka terikat dalam tali yang tidak bisa putus lagi sampai ke akhirat. Dengan kegembiraan yang tiada tara, Rasulullah SAW mengusap dada Umar dan mendo'akan agar sahabat barunya itu tetap dalam keimanan.

------- bersambung------

Ensiklopedia Mini:

Al Qur'an bukan kata-kata Nabi

Umar bi Khattab diam-diam datang ke rumah Rasulullah SAW pada tengah malam dan mendengar Rasulullah SAW membaca Al Qur'an. Umar berkata dalam hati "Kalau ini bukan ucapan tukang tenung, ini pasti ucapan Muhammad, bukan firman Tuhan."
Namun, sesegera itu juga Rasulullah SAW membaca surat al Haqqah ayat 43 : "Ia (Al-Qur'an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam."

Sumber: Buku Muhammad Tadanku jilid 4 (Ketabahan) halaman 18-19

Sirah Nabawiyah 4 - SURAT THAHA - 8


          📖 SURAT THAHA 📖

    Namun, Umar tidak bisa melawan rasa sayang kepada adiknya. Amarahnyapun padam seperti api terguyur hujan. Ia duduk. Ditatapnya wajah sang adik dalam-dalam, disesalinya luka akibat tamparan tadi.

   " Perlihatkan lembaran-lembaran yang tadi kalian baca agar aku tahu apa yang Muhammad bawa, " pinta Umar.

   " Kami khawatir engkau merampas lembaran-lembaran itu."
   " Tidak perlu takut, perlihatkanlah. Aku bersumpah akan mengembalikannya."

    Saat itu, timbul harapan di hati Fathimah agar kakaknya memeluk Islam.
    " Kakak, engkau adalah penyembah berhala, karena itu engkau kotor. Sesungguhnya, lembaran ini tidak boleh disentuh kecuali oleh orang yang suci."

    Tanpa berkata lagi, Umar berdiri, lalu mandi. Setelah itu, ia kembali dan membaca lembaran-lembaran tadi, lalu berhenti. Tangannya terkulai. Matanya sayu. Dikembalikannya lembaran-lembaran tadi ke tangan Fathimah. Dengan rasa heran dan penuh harap. Fathimah memperhatikan wajah kakaknya. Kemudian didengarnya Umar mendesah, " Alangkah bagus dan agung kata-kata ini."

    Seolah mendadak matahari yang benderang muncul dari balik awan. Khabbab bin Al Arat segera keluar dari persembunyiannya.

   " Wahai, Umar! " Serunya meluap-luap, " aku sungguh berharap mudah-mudahan Allah mengistimewakan dirimu. Kemaren, kudengar Rasulullah berdoa, ' Ya Allah! Kuatkanlah Islam dengan salah seorang dari dua Umar ; Abu jahal 'Amr bin Hisyam atau Umar bin Khattab! "
    Mendengar itu, Umar segera bangkit dan bergegas menuju Darul Arqam. Namun, tangannya masih menghunus pedang dan wajahnya tetap seperti singa padang pasir yang siap bertarung.

------- bersambung---------

📚 Ensiklopedi mini

Al Qur'an Bukan Mantra Sihir
Ketika diam-diam mendengar Rasulullah membaca Al qur'an pada malam hari, Umar terpesona. Namun, ia berkata dalam hati, " kalau ini bukan syair, ini pasti ucapan seorang penyihir." Namun sesaat kemudian, Rasulullah membaca surah Al Haqqah ayat 42, " Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu mengambil pelajaran darinya."

Sumber ; Buku Muhammad Teladanku jilid 4 ( ketabahan ) halaman 16 - 17

Sirah Nabawiyah 4 - "AMUK UMAR BIN KHATTAB" - 7

 "AMUK UMAR BIN KHATTAB"

        Di dalam rumah, Said dan Fatimah binti Khattab sedang mengikuti ayat Al-Qur'an yang dibacakan oleh Khabbab bin Al-Arat. Begitu pintu berguncang diketuk Umar, Sa'id dan Fatimah segera menyembunyikan Khabbab. Fatimah segera menyembunyikan lembaran-lembaran yang tadi mereka baca di bawah pahanya.

       Sa'id membuka pintu dan Umar bergegas masuk.
     
       "Suara apa yang baru kudengar itu?" bentak Umar.

        "Tidak....kami tidak mendengar ada suara apapun tadi."
       
         Seketika, amarah Umar bin Khattab meledak, "Kudengar kalian telah mengikuti ajaran Muhammad."
     
         Belum sepatah kata pun keluar dari mulut kedua suami istri itu, pedang Umar sudah terayun dan gagangnya mengenai Sa'id hingga ia jatuh dan terluka. Melihat suaminya berdarah, Fatimah bangkit berusaha melerai, tetapi tangan Umar cepat sekali menampar wajahnya. Fatimah jatuh disamping Sa'id dengan darah mengucur dari wajahnya.

        Meski garang, Umar terkenal lembut dan penyayang kepada keluarganya sendiri. Melihat darah Fatimah, Umar tertegun.

         "Fatimah berdarah," pikirnya, "mengapa aku bisa sampai begitu? Aku menyayangi adikku itu sepenuh hati, bahkan lebih mirip rasa sayang seorang ayah kepada putrinya!"

        Fatimah yang lembut dan biasanya selalu patuh kepada Umar, kini mengangkat wajah, menentang langsung paras kakaknya itu.

        " Baiklah, " seru Fatimah, " lakukanlah apa saja yang engkau kehendaki. "
     
      Saudaraku, Fatimah sudah siap menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Ia siap disiksa oleh kakaknya sendiri yang dari kecil begitu menyayanginya, ia bahkan siap untuk mati. Kedua tangannya terlentang, seolah siap menerima tikaman pedang Umar ke dadanya.

                           ==== Bersambung ====

Ensiklopedi Mini

" Al-Qur'an Bukan Syair "

Suatu malam, Umar bin Khattab pernah diam-diam mendengarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca Al-Qur'an. "Ah ini ucapan seorang penyair," bisi hati Umar. Saat itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca surat Al-Haqqah ayat 41. " Dan ia (Al-Qur'an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu beriman kepadanya."

Sumber : Buku Muhammad Teladanku
Jilid ke 4 ( Ketabahan ), Halaman 14-15

Sygma Daya Insani Jabar

Sirah Nabawiyah 4 - "BERITA UNTUK UMAR" - 6

"BERITA UNTUK UMAR"

Saudara-saudaraku, Umar melanjutkan langkahnya menuju Darul Arqam. "Sudah jelas, Muhammadlah yang menyebabkan semua kesengsaraan ini! Aku harus membunuhnya agar Mekah kembali damai dan tenang. Mengenai Hamzah, aku akan bertarung dengannya. Aku yang mati atau Hamzah yang mati, itu tidak terlalu membuatku risau!"

Tiba-tiba, lamunannya buyar ketika Nu'aim bin Abdullah menegurnya, "Hendak kemana, wahai putra Khattab?"

"Aku akan menemui Muhammad! Dia yang menukar agama nenek moyang kita. Dia yang memecah-belah masyarakat Quraisy. Dia memiliki banyak angan-angan bodoh. Dia yang mencaci tuhan-tuhan kita. Untuk semua kesalahannya itu, aku akan menebas lehernya!"

"Demi Allah, engkau telah tertipu oleh dirimu sendiri, wahai Umar! Apakah tindakanmu membunuh Muhammad akan dibiarkan saja oleh Bani Abdi Manaf? Tidakkah lebih baik engkau pulang dan mengurusi keluargamu sendiri?"

Umar berhenti melangkah dan bertanya tajam, "Keluargaku yang mana?"

"Saudara sepupumu sendiri, Sa'id bin Zaid bin Ammar dan istrinya yang tidak lain adalah adik perempuanmu, Fathimah binti Khattab. Mereka telah mengikuti ajaran Muhammad, urusi saja mereka dulu!"

Saurara-saudaraku, Umar segera membalikkan badan dan melangkah cepat menuju ke rumah adiknya.

"Kalau itu benar, aku akan bertindak pada Sa'id bin Zaid seperti yang pernah dilakukan ayahku yang garang. Al Khattab, kepada ayah Sa'id, Zaid bin Ammar! Berani-beraninya dia memeluk islam, sedangkan dia tahu aku membenci agama itu!"

Dengan keras, Umar bin khattab menggedor pintu rumah Sa'id dan Fathimah. Suaranya berdentum-dentum keras mengejutkan siapa pun yang ada di dalam. Sudah bisa diduga, kali ini akan jatuh lagi korban dalam penganiayaan yang menimpa kaum Muslimin.

----Bersambung----

Ensiklopedi Mini

"Mengangkat Menantu"

Saat menjadi khalifah, Umar bin Khatthab pernah memergoki pembicaraan seorang gadis penjual susu dan ibunya pada tengah malam. Sang ibu menyuruh gadis itu mencampur susunya dengan air agar mereka lebih untung, tetapi si gadis tidak mau karena takut kepada Allah. Esoknya, Umar menjodohkan sang gadis dengan salah seorang putranya yang bernama Ashim.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku
Jilid ke 4 ( Ketabahan), halaman 12-13

Sirah Nabawiyah 4 - DUKA UMAR - 5

🌾    Duka Umar   🌾

Ummu Abdillah adalah seorang perempuan tua . Ia juga tetangga Umar bin khattab . Setelah ia sekeluarga memeluk Islam , umar suka mengganggunya . Padahal sebelum itu , Umar cukup hormat dan bahkan menyayanginya . Saat itu ,  Ummu Abdillah tengah membereskan barang-barang untuk dibawa hijrah ke Habasyah . Tiba-tiba , hatinya berdebar . Ia melihat Umar bin Khattab melangkah dengan pedang terhunus ! karena tidak ada waktu lagi untuk lari ke dalam rumah , Ummu abdillah bersembunyi di balik barang - barangnya . Hatinya berdebar tidak karuan . Tanpa sadar  , ia menahan nafas ketika Umar semakin mendekat .

     Namun , Umar melihatnya dan berhenti . " jadi engkau benar - benar akan berangkat , wahai ummu Abdillah ?"
Ummu Abdillah keluar dari persembunyiannya . Ia heran karena suara Umar tidak terdengar marah seperti biasanya .
" Ya demi Allah. Engkau telah menyakitiku dan menindasku. Aku akan benar-benar pergi ke bumi Allah hingga Allah benar-benar memberikan jalan keluar bagiku."sahut Ummu Abdillah.

       Sesaat Umar tampak termenung. "Ini dia tetanggaku , mereka akan pergi juga meninggalkan Mekkah."

       Umar berpaling,menatap wajah tua Ummu Abdillah dan berkata dalam hati, "Begitu jauh jalan yang akan ditempuh orang tua ini, begitu sedikit barang yang akan dibawanya."

       Akhirnya Umar melangkah pergi sambil berkata parau,"Semoga Allah senantiasa menyertaimu.:

       Ummmu Abdillah terpana. Belum pernah Umar berlaku selembut ini semenjak mereka memeluk islam.

       "Tidakkah engkau melihat kelemahlembutan dan kedukaan Umar terhadap kita?" Tanya Umar kepada putranya.

       "Apakah ibu berharap dia akan memeluk islam?" Tanya sang putra. "Dia tidak akan pernah masuk islam sebelum keledai bapaknya juga masuk islam!"


******* bersambung *******


Ensiklopedia Mini :

Saat Menjadi Khalifah

Kelak, Umar bin Khatab menjadi khalifah yang amat menyayangi rakyatny. Beliau pernah memanggul sendiri karung gandum untuk seorang ibu yang anaknya kelaparan pada tengah malam.

Sumber :
Buku Muhammad Teladanku jilid 4( Ketabahan ) hal 10-11

Sirah Nabawiyah 4 - AMARAH UMAR- 4

Amarah Umar

Umar bin Khattab duduk termenung di rumahnya. Diseluruh Mekkah, tidak seorang pun yang mampu melunakkan hati Umar. Ia begitu cepat naik pitam dan garang. Ia tidak pernah luluh oleh rayuan gadis-gadis penghibur setiap kali ia mendatangi para penjual khamar. Ia tidak pernah pula terbujuk ikut bergabung dengan para pejalan malam yang suka bergerombol di pelataran rumah sambil mendengarkan para penabuh rebana.

Segalanya tidak mampu melembutkan kekerasan hatinya yang suka bertindak garang dan menakutkan.

Namun kali ini, ia tengah duduk termenung sendiri.

"Hamzah, apa yang terjadi padamu? Engkau menaklukan dan mempermalukan Abu Jahal, temanmu sendiri! Apa yang membuatmu jadi seperti itu? Bahkan, engkau telah berani meninggalkan agama nenek moyang kita dan bergabung dengan Muhammad! Ini jelas akan membuat para pengikut agama baru ini jadi sombong dan besar kepala! Hamzah, bukankah engkau, Abu Jahal, Khalid bin Walid, dan aku telah bersama membuat Quraisy jadi suku yang paling disegani? Semua itu berkat kerja keras dan keuletan kita berempat! Suku-suku lain iri pada Quraisy karena Quraisy memiliki kita! Ini semua gara-gara Muhammad! Hamzah tidak lagi mau minum-minum bersamaku! Betapa sepinya malam-malam tanpa Hamzah!

"Muhammad, engkau membuat pusing kepala orang-orang miskin, para budak, buruh kasar, dan para perempuan lemah! Engkau membuat mereka berani menentang para majikan! Apa yang engkau sampaikan pasti sebuah sihir! Muhammad, tegakah engkau melihat para pengikutmu pergi meninggalkan tanah airnya ke Habasyah yang begitu jauh? Ini sudah benar-benar keterlaluan! Aku harus membunuh Muhammad sekarang juga! Meski aku harus berhadapan dengan Hamzah, aku akan membunuhmu dan membuat Mekkah kembali seperti dulu!"

Setelah berpikir begitu, Umar bin Khattab mencabut pedangnya. Amarhanya dengan cepat naik ke ubun-ubun. Dengan langkah-langkah yang tidak bisa dirintangi, Umar berjalan cepat menuju Darul Arqam. Matanya mengandung api dan pedangnya membara! Tidak seorang pun akan bisa menghalangi Umar jika ia sudah bertekad dengan sungguh-sungguh!

-------bersambung------

Ensiklopedia Mini:

Memukuli Budak

Umar bin Khattab berwatak keras. Pada masa jahiliyah, ketika tahu budak perempuannya masuk Islam, Umar memukulinya terus-menerus. "Saya hanya berhenti karena capai memukulnya," keluh Umar. Budak itu dibebaskan oleh Abu Bakar.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 4 (Ketabahan) halaman 8-9

Sirah Nabawiyah 4 -" KE HABASYAH "- 3

" KE HABASYAH "

    Saudaraku tercinta, gangguan terhadap kaum Muslimin semakin berat dari hari kehari. Bahkan, beberapa orang gugur karena disiksa terlalu keras. Berdasarkan wahyu dari Allah, Rasulullah pun memerintahkan agar mereka berhijrah.

    " Wahai Rasulullah, ke mana kami akan pergi? "
Rasulullah menasehati agar mereka pergi ke Habasyah yang rakyatnya menganut agama Kristen.

    " Tempat itu diperintah oleh seorang raja dan tidak ada orang yang dianiaya disitu. Itu bumi yang jujur, sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua, " Demikian sabda Rasulullah.

    Mematuhi perintah Rasulullah, berangkatlah rombongan pertama kaum Muslimin ke Habasyah pada bulan Rajab, tahun kelima kenabian. Rombongan itu terdiri atas duabelas orang pria dan empat perempuan. Dengan sembunyi-sembunyi, mereka meninggalkan Mekah, menyeberangi laut ke Benua Afrika, dan tiba di pantai Habasyah. Seperti yang dikatakan Rasulullah, Najasyi, Raja Habasyah itu, memberi mereka perlindungan dan tempat yang baik.

    Saudaraku tercinta, kelak ketika mendengar. Bahwa orang Quraisy tidak lagi menyiksa kaum Muslimin, mereka kembali pulang. Namun, ternyata berita itu tidak benar. Di Mekah, keadaan justru semakin buruk bagi kaum Muslimin. Mereka pun berangkat kembali ke Habasyah, kali ini dengan jumlah rombongan yang lebih besar, terdiri atas delapanpuluh tiga orang pria dan delapan belas wanita dipimpin oleh Ja'far bin Abu Thalib.

   ---------- Bersambung ---------

Ensiklopedi mini

Habasyah
Saat itu, Habasyah adalah negara yang meliputi bagian selatan Mesir, Erytrea, Ethiopia, dan Sudan. Habasyah artinya ' persekutuan'. Dahulu Habasyah bersekutu dengan kerajaan Saba atau Himyar. Kaum Muslimin berangkat dari Teluk Syu'aibah, sebelah selatan Jiddah.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 4 ( ketabahan ) halaman, 6-7

Sirah Nabawiyah 4 -" SURAT FUSHILAT"-2

  " SURAT FUSHILAT"

  Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lalu membaca ayat - ayat Al Qur'an Surat Fushilat mulai dari ayat pertama, " Haa miim, ( Al Qur'an ini ) di turunkan darinTuhan Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Kitab yang ayat - ayatnya dijelaskan, bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui. Yang membawa berita gembira dan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling ( darinya ), serta tidak mendengarkan. Mereka berkata, 'Hati kami sudah tertutup dari apa yang engkau seru kami kepadanya dan telinga kami sudah tersumbat, dan di antara kami dan engkau ada dinding, karena itu lakukanlah ( sesuai kehendakmu ), sesungguhnya kami akan melakukan ( sesuai kehendak kami )" (QS Fushshilat 41: 1-5 ).

   Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terus membacakan ayat - ayat lanjutannya yang menuturkan tentang Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang hanyalah seorang pemberi peringatan, tentang gunung - gunung yang kukuh, tentang penciptaan langit dan tujuh lapisannya, tentag azab petir yang menimpa kaum Tsamud, tentang ngerinya nasib kaum kafir yang menolak wahyu dari Allah Subahanahu Wa Ta'ala.

   Ayat - ayat itu begitu mempesona Utbah sampai ia lupa pada apa yang telah ia tawarkan kepada Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hatinya semakin hanyut , larut, dan .... " Cukuplah, Muhammad, Cukuplah sekian saja!" Seru Utbah. Ia diam sejenak, lalu kemudian bertanya lagi, "Apakah engkau dapat menjawab selain yang tadi engkau baca?"

    " Tidak,"

    Utbah terpana

    " Jadi, inilah Muhammad, " pikirnya, " Laki - laki ini bukan orang yang ingin memiliki gunungan harta, kedududkan, kerajaan, dan sama sekali bukan orang sakit. Ia hanyalah orang yang ingin menunjukkàn kebenaran dan mengajak orang kepada kebaikan. Ia mempertahankan tugasnya dengan baik sekali dan ia tadi mengucapkan kata - kata penuh mukjizat . . . ."

   Begitulah, Saudaraku. Akhirnya Utbah bin Rabi'ah kembali dengan tangan hampa. Para pembesar Quraisy pun kecewa karena Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menolak tawaran mereka. Kemudian, penganiyaan dan siksaan terhadap kaum Muslimin pun semakin ganas.

                       ==== Bersambung ====

Ensiklopedi Mini :

Tiga Alat Tes

Pendeta Yahudi Madinah pernah memberi saran kepada Quraisy untuk bertanya kepada Nabi tentang tiga pertanyaan. Jika Nabi menjawab dengan baik, berarti beliau telah terbukti sebagai Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tiga pertanyaan itu adalah : satu, tanyakan tentang para pemuda yang hilang pada Zaman dahulu ( Ashabul Kahfi ); kedua, tanyakan tentang pengembara yang mencapai kedua ujung dunia ( Dzulqarnain ); ketiga, tanyakan tentang roh. Ketiganya di jawab Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, tetapi kaum Quraisy tidak bisa menerimanya.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku
Jilid 4 ( Ketabahan )
Halaman 4-5

Sirah Nabawiyah 4 -"TAWARAN UTBAH BIN RABI'AH"-1

Sesak dadaku melihat Muhammad dan para pengikutnya!" teriak seorang pembesar Quraisy. "Setiap hari mereka semakin kuat!"  geram yang lain. "Semua gangguan dan siksaan kita seolah tidak berpengaruh apa-apa. Sangat mengherankan!" gerutu yang lain sambil menggelengkan kepala.

Ketika suasana bertambah panas, Utbah bin Rabi'ah berdiri. Semua orang memandangnya dan menunggu.

"Kalau jalan kekerasan tidak membuahkan hasil, sudah saatnya kita mencoba cara lain," kata Utbah. Suaranya pelan dan tenang. "Kalau kalian setuju, aku akan bicara dengan Muhammad dan menawarkan beberapa hal menarik kepadanya. Apakah kalian setuju?"

Setelah terdiam sejenak, akhirnya orang-orang Quraisy itu pun setuju.

"Coba laksanakan usulmu! Kami bersedia memberi apa saja asal Muhammad mau bungkam!" kata mereka.

Utbah bin Rabi'ah pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

"Anakku," katanya lembut, "engkau adalah orang terhormat. Namun kini,  engkau membawa soal besar sehingga masyarakat kita tercerai-berai. Sekarang dengarlah, kami menawarkan kepadamu beberapa hal, mungkin sebagiannya bisa engkau terima. Anakku, kalau yang engkau inginkan adalah harta, kami siap mengumpulkan dan memberikan harta kami sehingga engkau akan menjadi seorang yang paling kaya. Kalau engkau ingin kedudukan, akan kami angkat engkau sebagai pemimpin kami sehingga kami tidak akan mengambil keputusan tanpa persetujuanmu. Kalau engkau ingin menjadi raja, akan kami nobatkan engkau menjadi raja kami. Jika engkau diserang penyakit yang tidak dapat engkau sembuhkan sendiri, akan kami biayai pengobatannya dengan harta kami sampai engkau sembuh."

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam terdiam sejenak, Utbah merasa kata-katanya yang berbunga itu seolah menguap tanpa jejak ke udara.

Saudaraku, apa yang akan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam katakan? Apakah beliau akan menerima tawaran menarik ini demi kemajuan Islam sehingga umatnya tidak lagi dikejar dan disiksa?

----Bersambung----

Ensiklopedi Mini:

Siyasatul Mufawadhat
(Politik Tawaran Damai)

Taktik Orang Quraisy mengutus Utbah disebut Siyasatul Mufawadhat (politik tawaran damai). Cara ini merupakan bagian dari rangkaian taktik untuk menghentikan dakwah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku
Jilid 4 ( Ketabahan)
Halaman 2-3

Kamis, 17 September 2015

Sirah Nabawiyah 3 - KETULUSAN HATI BUNDA KHADIJAH - 7


   Di rumah, Bunda Khadijah tiba - tiba merasa khawatir dengan nasib suaminya. Beliau mengutus orang untuk mencari suaminya itu, tetapi tidak berhasil menemukannya. Sementara itu, setelah rupa malaikat menghilang, Muhammad pulang dengan hati yang sudah dipenuhi wahyu Allah. Dengan jantung yang terus berdenyut keras dan hati berdebar ketakutan, beliau pulang ke rumah.

   " Selimuti àku," pinta Muhammad kepada Khadijah.

   Khadijah segera menyelimuti suaminya yang menggigil kedinginan seperti terkena demam. Setelah ras takutnya mereda, beliau memandang Khadijah dengan tatapan mata meminta kekuatan dan perlindungan.

   "Khadijah, kenpa aku?" kata Muhammad.

   Kemudian, Muhammad menceriatakan semua yang telah terjadi. Beliau juga berkata bahwa dia takut semua itu bukan datang dari Allah, melainkan gangguan Jin.

   " Wahai putra pamanku," jawab Khadijah penuh sayang, " bergembiralah dan tabahkan hati mu. Demi Dia yang memegang hidup Khadijah, aku berharap kira nya engkau akan menjadi nabi atas umat ini. Sama sekali Allah takkan mencemoohkan mu sebab engkaulah yang mempererat tali kekeluargaan dan jujur dalam berkata - kata. Engkau selalu mau memikuk beban orang lain dan menghormati tamu serta menolong mereka yang dalam kesulitan atas jalan yang benar."

   Saudaraku pecinta Rosulullah, kata - kata Bunda Khadijah itu menuangkan rasa damai dan tentram ke dalam hati suaminya yang sedang gelisah. Bunda Khadijah benar - benar yakin bahwa suaminya itu bukan diganggu jin. Beliau malah memandang suaminya itu dengan penuh rasa hormat.

  Muhammad pun segera tenang kembali. Beliau memandang bunda Khadijah dengan penuh kasih dan rasa terima kasih. Tiba - tiba, sekujur badannya terasa amat letih dan beliau pun tertidur lelap.

   Saudaraku pecinta Rosulullah, sejak saat itu, berakhirlah kehidupan tenang seorang Muhammad. Mulai saat itu, kehidupan penuh perjuangan keras dan pahit akan di laluinya sebagai seorang Rosulullah, utusan Allah.

                                  ====bersambung====

Eñsiklopedia Mini

Pengorbanan seorang istri

Bunda Khadijah yang berasal dari kalangan bangsawan Mekah sadar betul bahwa suaminya kelak akan di beñci oranh - orang kafir. Beliau berjuang di sisi suaminya, memilih islam, dan menjadi pengikut pertama. Bunda Khadijah menukar segala miliknya dengan kejayaannIslam yang tidak pernah beliau cicipi.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku Jilid 3 halaman 14 - 15 ( Menjadi Rosul )

Daftar Isi

Sirah Nabawiyah 3 - DI ANGKAT MENJADI UTUSAN ALLAH - 6


   Makhluk yang datang itu adalah Malaikat Jibril. Ia datang membangunkan Muhammad yang sedang tidur karena kelelahan. Jibril membawa sehelai lembaran dan berkata kepada Muhammad, "Iqra ( Bacalah )! "

   Dengan hati yang masih di penuhi rasa terkejut, Muhammad menjawab, "Saya tidak dapat membaca."

  Kemudian Malaikat Jibril mendekap sehingga Muhammad merasa lemas. Jibril melepaskan dekapannya, lalu berkata lagi, "Bacalah!"

   Dipenuhi rasa takut, Muhammad mengulangi jawaban yang sama dan Jibril kemudian mendekap lagi sambil berkata, " Bacalah!"

  Kejadian itu berulang sampai tiga kali. Kemudia, setelah Muhammad berkata, "Apa yang harus saya baca?". Barulah Jibril membacakan Surat Al 'Alaq ayat pertama hingga ayat kelima:

   "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajarkan ( manusia ) melalui perantara Qalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak di ketahuinya."

  Setelah mengucapkan bacaan itu dan Muhammad mampu menirukannya, Malaikat Jibril pun pergi meninggalkan Muhammad dengan hati yang terhujam firman Allah tadi.

  Muhammad mendadak tersentak sadar. Beliau terbangun dari ketakutan sambil bertanya - tanya dalam hati, " Siapakah yang kulihat tadi? Apakah aku telah diganggu jin?"

  Beliau menoleh kekiri dan ke kanan, tetapi tidak ada siapa pun. Muhammad diam sebentar dengan tubuh gementar. Beliau lalu berlari ke luar, menyusuri celah - celah gunung sambil mengulang pertanyaan dalam hati, " Siapa gerangan yang tadi menyuruhku membaca?"

  Mendadak, Muhammad namanya di panggil. Panggilan tersebut terasa dahsyat sekali. Beliau memandang ke cakrawala dan melihat malikat dalam bentuk manusia, Muhammad tertegun ketakutan dan terpaku ditempatnya, Dia memalingkan wajah, tetapi di seluruh cakrawala, ke mana pun beliau memandang, rupa malaikat yang indah itu tidak juga berlalu.

  Saudaraku, dalam keguncangan hebat seperti itu, siapakah yang mampu menenangkan hati Muhammad?


                            ====( bersambung )====

Eñsiklopedia Mini

Bukit Nur

Bukit Nur adalah tempat Gua Hira berada. Tinggi bukit iñi sekitar 200 meter. Minimal diperlukan waktu setengah jam untuk mendaki jalan yang melilit meñuju puncak nya. Jika sore tiba kota Mekah mulai gelap, Bukit Nur tampak berkilau.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 3 ( menjadi Rosul ) halaman 12 - 13

Sirah Nabawiyah 3 - GUA HIRA - 5


   "Berhala - berhala yang bernama Hubal, Latta, dan Uzza itu tidak pernah menciptakan seekor lalat. Jadi, Bagaimana mungkin mereka akan mendatangkan kebaikan bagi manusia?" demikian pikir Muhammad. "Siapakah yang berada di balik semua ini? Siapa yang berada di balik luasnya langit dan tebaran bintang? Siapa yang berada di balik padang pasir yang panas terbakar kilauan sinar matahari? Siapa pencipta langit yang jernih dan indah, langit yang bermandi cahaya bulan dan bintang yang begitu lembut, begitu sejuk? Siapa pembuat ombak yang berdebur dan penggali laut yang begitu dalam? Siapa yang berada di balik semua keindahan ini?"

   Demikianlah, Muhammad tidak mencari kebenaran dalam kisah - kisah lama atau tulisan para pendeta. Dia mencari kebenaran lewat alam. Dia mengasingkan dirinya dari keramaian dan pergi ke Gua Hira.

   "Betapa sia - sianya hidup manusia, waktu terus berlalu, sementara jiwa - jiwa rusak karena di kuasai berhala - berhala yang sesungguhnya tidak mampu melakukan apa pun. Betapa sia - sianya manusia kerena tertipu dengan segala macam kemewahan yang tiada berguna" demikian renung Muhammad.

   Saudaraku, beliau mengasingkan diri seperti igu beberapa hari setiap bulan dan sepanjang bulan Ramadhan. Semakin lama, jiwanya semakin matang dan semakin terisi penuh. Sampai suatu ketika, saat usia Muhammad menginjak 40 tahun, datanglah seseorang yang bukan dari dunia ini menemui beliau di Gua Hira. Muhammad yang pemberani dan tenang itu amat terkejut melihat nya. Tahukah kalian siapa yang datang itu?

                                   ====bersambung====

Eñsiklopedia Mini

Tahannuts

Apa yang dilakukan Muhammad di Gua Hira itu dinamakan Tahannuts. Tahannuts adalah menyendiri dalam rangka beribadah kepada Allah. Dalam bertahannuts, orang menjelajahi hati dan memikirkan perjalanan hidup nya yang timpang. Dalam tahannuts, orang yang menyatukan kembali jiwa dan fisiknya. Sebab dalam kehidupan, orang sering lebih memikirkan fisik dan melupakan jiwa.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 3 halaman 10-11( Menjadi Rosul )

#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh
#SygmaDayaInsani

Daftar isi 

Sirah Nabawiyah 3 - PARA PENCINTA KEBENARAN - 4


  Saudarku pecinta Rosulullah, selain para penyembah berhala, orang Nasrani, dan orang Yahudi, masih ada satu kelompok yang lain. Mereka adalah penganut ajaran Nabi Ibrahim Alaihi Sallam jumlah mereka sangat sedikit. Hati mereka sangat gelisah menyaksikan orang menyembah batu.

   " Kalian harus mempunyai agama," kata mereka kepada para penyembah berhala, " sebab kalian belum mempunyai Tuhan "

   Namun, orang - orang tidak menggubris nasihat itu dan menganggapnya sebagai angin lalu. Satu di antara penganut ajara Nabi Ibrahim Alaihi Sallam yang gigih adalah Zaid bin Amir. Dia adalah paman Umar bin Khattab.

   " Tidak seorang pun di antara kalian yang menganut agama Ibrahim selain saya," demikian kata Zaid kepada keluarga nya. " Kalian menyembah batu yang tidak bisa berbuat apa - apa. Sungguh, kalian telah berada dalam kesesatan! "

   Zaid bin Amir mengatakan hal itu berkali - kali sehingga orang - orang pun marah kepada nya. Bahkan, keluarga nya sendiri menjadi geram dan gelisah. Mereka pun beramai - ramai mengusir Zaid dari Mekah. Zaid terusir dari negerinya sendiri. Dia terlunta - lunta mencari kebenaran. Dalam perjalanan menuju Syam, dia pun terbunuh di tangan perampok.

   Saudara pecinta Rosulullah, kita tahu bahwa Muhammad sangat membenci berhala. Beliau lebih dekat kepada ajaran Nabi Ibrahim Alaihi Sallam ini. Namun, hal tersebut tidak lah cukup memuaskan hati nya. Bagaimana cara menyembah Allah? Bagaimana Allah menuntun manusia agar keluar dari kesesatan seperti sekarang ini?

   Hati Muhammad semakin gundah karena kemaksiatan semakin merajalela. Tahukah kalian hal yang dilakukan beliau untuk menenangkan diri?

                              ===== bersambung ====

Eñsiklopedia mini :

Kaum Hanif

Para ahli sejarah menamakan pengikut ajaran Nabi Ibrahim ini sebagai kaum Hanif. Abu Dzar Al Ghifari, Ubaidillah bin jahsy, serta beberpa orang lain termasuk golongan ini. Mereka àmat membenci berhala dan pantang meminum minuman yang memabukan.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku hal 8-9  jilid 3 ( Menjadi Rosul )

Daftar isi 

Sirah Nabawiyah 3 - PANDAI BERGAUL - 3



   Saudaraku pecinta Rosulullah, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat pandai bergaul dengan siapa saja. Beliau mempunyai banyak kenalan baik, mulai dari budak sampai para pembesar. Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sangat menghormati sahabat - sahabat nya. Bahkan, banyak di antara mereka yang beliau beri julukan "kesayangan". Sebaliknya, para sahabat pun amat menyayangi Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebagian mereka memberi Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan julukan "kesayangan" juga. Abu Dzar memberi julukan "khalil" kepada Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Khalil berarti 'teman' atau 'kekasih'.

   Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah menolak undangan. Sesibuk apa pun, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam selalu bisa membagi waktu dengan baik untuk memenuhi sebuah undangan. Hal - hal seperti ini membuat beliau amat di hormati dan dihargai lawan ataupun kawan.

  Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjadi orang yang di sayangi dengan tidak banyak mengumbar bicara. Sebaliknya, beliau malah lebih suka mendengar daripada berbicara. Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam selalu berkata seperlu nya. Kalau bicara, kata - katanya mengalir lancar dari celah gigi - giginya. Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam selalu bicara ke pokok masalah, jelas, tanpa bertele - tele.

   Jika sedang marah, wajah beliau berubah, tetapi beliau selalu menyembunyikannya dari orang lain. Kalau disakiti, beliau membuang wajahnya ke samping. Kalau gembira, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menundukkan kepala. Canda beliau selalu sopan dan tidak pernah tertawa terbahak - bahak. Tertawa beliau hanya senyum.

   Saudaraku pecinta Rosulullah, selain amat menyayangi sesama manusia, beliau adalah penyayang binatang. Tahun 630 Masehi, beliau pernah berjalan memimpin sepuluh ribu tentara Muslim. Saat itu, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melihat seekor anjing bersama anak - anaknya menghalangi jalan. Beliau memerintahkan agar pasukan tidak mengganggu sang induk anjing dan anak - anaknya. Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bahkan memerintahkan seorang prajurit menjaga anjing itu sampai semua pasukan lewat.

  Mungkin kalian bertanya, dengan pribadi sehebat itu, apakah Muhammad sudah tahu tentang Allah sebelum beliau di angkat menjadi utusan- Nya?

                               =====bersambung====

Eñsiklopedia mini :

Allah Telah Dikenal Sebelum Islam datang

Orang - orang jahiliah telah mengenal Allah. Hal itu adalah bekas dari ajaran Nabi Ibrahim. Namun, mereka menggunakan berhala sebagai perantara kepada Allah. Mereka bahkan mempunyai banyak berhala yang akhirnya di anggap sebagai Tuhan selain Allah.

Sumber : buku Muhammad Teladanku jilid 3 ( menjadi Rosul ) hal 6-7

Daftar isi

Sirah Nabawiyah 3 - MENCINTAI ANAK-ANAK - 2

 " MENCINTAI ANAK-ANAK "

    Sejak masa mudanya, Rasulullah amat mencintai anak - anak. Sewaktu pulang dari perang Badar, beliau mengajak Usamah, putra Zaid bin Haritsah, naik unta bersama. Saat itu, Usamah berusia sepuluh tahun.

    Rasulullah adalah kakek yang penyayang. Beliau sangat sering bermain dengan cucu - cucunya. Beliau membiarkan Umamah, putri Zainab  dan Abu Al Ash, menarik - narik jubah saat beliau sedang shalat. Bahkan, Rasulullah membiarkan Umamah menunggangi punggung ketika beliau juga sedang shalat.

    Suatu hari, Rasulullah pernah berkumpul dengan para istrinya, Beliau menggendong Umamah sambil mengeluarkan seuntai kalung.

" Kalung ini akan kuberikan kepada orang yang paling aku cintai, " kata Rasulullah sambil memandang istrinya satu per satu.

    Para istri Rasulullah saling memandang dengan memendam rasa berdebar. Siapakah di antara mereka yang akan mendapatkan kalung itu? Ketika Rasulullah melihat candanya mengena, sambil tersenyum, beliau memberikan kalung itu kepada Umamah.

    Pada saat itu, Rasulullah pernah dikencingi seorang bayi sampai baju beliau basah. Ibu sang anak merenggut anaknya dari gendongan Rasulullah dengan keras. Melihat hal itu, Rasulullah langsung berkata, " Air kencing ini bisa dibersihkan, tetapi hati seorang anak yang dipukul akan tetap terluka."
Setelah itu, beliau pun melaksanakan shalat tanpa berwudhu lagi. Beliau hanya mencipratkan air pada pakaian yang terkena kencing.

    Saudaraku tercinta, ada seorang anak yang sering dikunjungi Rasulullah. Suatu saat, anak itu tampak murung karena burung peliharaannya lepas. Rasulullah pun segera datang dan membuat anak itu tersenyum kembali. Rasulullah juga banyak menghabiskan waktu bermain dengan anak - anak kaum Muslimin yang lahir di negeri hitam Habasyah. Beliau tersenyum melihat mereka mengucapkan kata - kata dalam bahasa Habasah yang terdengar lucu.

                                  ------ bersambung ---------

Ensiklopedi Mini

Kuda kesayangan Rasulullah

Tahukah kamu bahwa Rasulullah punya kuda kesayangan ? Kuda kesayangan Rasulullah cokelat dengan belang putih di dahi. Keempat kakinya pun berwarna putih dari lutut ke bawah.


Sumber : Buku Muhammad Teladanku, halaman 4 - 5, jilid 3 ( Menjadi Rasul ).

Sygma Daya Insani,
Jawa Barat

Daftar isi

Sirah Nabawiyah 3 - ALI BIN ABU THALIB - 1

 "ALI BIN ABU THALIB "

     Saudaraku Pecinta Rasulullah, selain Zaid bin Haritsah, ada penghuni laki-laki lagi di dalam rumah tangga Muhammad yang penuh berkah itu. Ia adalah Ali bin Abu Thalib. Mulanya, Ali tinggal di rumah ayahnya. Namun, suatu saat, Mekah dilanda musim paceklik. Kekeringan yang mengganas itu membuat kehidupan menjadi bertambah sulit. Abu Thalib yang hidup sederhana sangat merasakan keadaan ini. Apalagi, Abu Thalib memiliki banyak putra yang harus diberi makan.

     Melihat hal itu, Muhammad mengajak Abbas dan Hamzah, adik - adik Abu Thalib, untuk memelihara putra - putra Abu Thalib. Abbas dan Hamzah setuju dengan usul yang mulia ini. Mereka bertiga pun menemui Abu Thalib.

     Abu Thalib hanya pasrah bercampur lega. Ia memperbolehkan kedua adiknya dan Muhammad untuk mengasuh anak - anaknya. Abbas mengambil Thalib, Hamzah memelihara Ja'far, dan Muhammad mengasuh Ali. Hanya Aqil, sang putra bungsu,  yang masih dipelihara Abu Thalib.

     Saat tinggal di rumah Muhammad, Ali berumur lima atau enam tahun. Ia anak yang sehat. Kulitnya agak kecokelatan. Tubuhnya gempal dan tegap. Sorot matanya tajam. Kalau tersenyum, giginya tampak.

     Tindakan Muhammad ini dilakukan untuk membalas budi Abu Thalib yang tidak terhingga, yakni telah memelihara beliau sejak kakeknya, Abdul Muthalib, wafat. Selain itu, Muhammad juga ingin mencurahkan kasih sayang kepada seorang anak laki-laki sebagai pengganti kedua putra beliau, Qasim dan Abdullah.

     Di bawah asuhan Muhammad, Ali bin Abu Thalib tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian luhur. Kemudian, ia menjadi menantu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan mempunyai dua orang putra yang terkenal dalam sejarah Islam, Hasan dan Husain. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam amat menyayangi kedua cucunya ini.

                                     ----- to be continued -----

Ensiklopedi Mini:

   "Pemimpin yang Adil "

Berkat gemblengan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, Ali bin Abu Thalib kelak menjadi pemimpin yang adil. Ali pernah berkata bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada pemimpin - pemimpin yang adil supaya mengukur ( kekayaan ) dirinya dengan orang yang paling lemah diantara rakyatnya agar orang - orang yang fakir tidak merasa menderita dengan kefakirannya.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku Jilid 3 ( Menjadi Rasul ) hal. 2 - 3


Daftar Isi

Selasa, 25 Agustus 2015

Resep Camilah Anak mudah - schuimpjes-

Punya penumpukan putih telur?Cobain buat snack Camilan Anak ini..yang pasti akan tambah disayang anak karna ini termasuk makanan favorit..hee..tapi yaa harus bijak ya...kasian ama giginya anak2



Kesampaian juga bikin ini. Cari cari resep ini ga pernah nemu, karna taunya namanya sempyes :D..ternyata tulisannya #schuimpjes..hahaha.

Cuma dengan 2 putih telur + 180 gula pasir + sejumput vanilla/aroma lain . 

How to:
- campur gula+putel aduk rata diatas panci berisi air panas. Aduk sampai hangat.
- tambahkan vanilla, pewarna, kocok sampai softpeak (mengkilap dan kaku)
- masukkan ke pipingbag - panggang ke dalam oven

Selasa, 28 Juli 2015

Kisah Sirah Nabi Muhammad -PENYERBUAN- 22

Judul ke 22

  PENYERBUAN

Ternyata, apa yang diharapkan Abrahah tidak terjadi. Orang-orang Arab sudah sangat mencintai rumah purba Ka'bah sehingga mereka tidak dapat berpaling ke rumah suci lain, betapa pun indahnya bangunan itu dibuat. Orang-orang Arab merasa ziarah mereka tidak sah jika tidak mengunjungi Ka'bah. Bahkan penduduk Yaman sendiri tidak mengindahkan rumah suci baru itu.
 Seperti biasa, Mereka tetap berbondong-bondong berziarah ke Mekah.

"Tidak ada jalan lain!" geram Abrahah. "Gerakkan pasukan Gajah kita! Serbu dan hancurkan Ka'bah! Aku sendiri yang akan memimpinnya! Jika bangunan tua itu hancur dan rata dengan tanah, orang-orang Arab tidak akan punya pilihan lain selain datang ke tempat kita!"

Saudara tercinta, sang Penguasa Yaman memang ditakuti orang karena pasukan gajah yang dimilikinya. Abrahah sendiri naik di atas seekor gajah yang paling besar dan kuat.

"Maju!" Perintahnya.

Terompet pun membahana dan bumi seolah pecah oleh gemuruh pasukan yang maju ke medan perang. Mendengar keberangkatan pasukan ini untuk menghancurkan Ka'bah, penduduk Jazirah Arab terkejut bukan kepalang. Walaupun tahu pasukan Abrahah begitu kuat, jiwa kepahlawanan orang-orang Arab menjulang di hadapan musuh.

Dzu Nafar seorang bangsawan Arab, mengerahkan pasukannya untuk menahan gerak maju Abrahah. Akan tetapi, ia dikalahkan dan ditawan. Nufail bin Habib Alkhath'ami memimpin pasukan Kabilah Syahran dan Nahis. Namun ia juga dikalahkan dan dijadikan penunjuk jalan pasukan Abrahah.

Saudara tercinta, apa yang akan dilakukan Abdul Muthalib ketika mendengar sebuah pasukan besar datang menuju negerinya untuk menghancurkan rumah suci Ka'bah?

----To Be Continued----

Ensiklopedia Mini :

*Al Qullayus*

Al Qullayus adalah nama gereja yang dibangun Abrahah agar orang tidak pergi haji ke Mekah, tetapi ke gereja ini. Mengetahui maksud Abrahah ini, bangsa arab  marah karena kecintaan mereka pada Ka'bah sudah mendarah daging.  Bahkan seseorang dari suku Kinani malah  pergi memasuki Al Qullayus dan membuat kerusakan di dalamnya. Peristiwa inilah yang memicu Abrahah untuk menghancurkan Ka'bah.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku (Kelahiran Rasulullah) jilid 44-45

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Daftar Isi Sirah Nabawiyah

BAB I

  1. LETAK MEKAH
  2. JAZIRAH ARAB
  3. Badui
  4. KEBERANIAN NABI IBRAHIM
  5. NABI IBRAHIM AS, DAN BUNDA SARAH
  6. NABI IBRAHIM AS BERANGKAT KE MEKKAH
  7. SUMUR ZAMZAM
  8. Penyembelihan Ismail
  9. Membangun Ka'bah
  10. KETURUNAN NABI ISMAIL AS
  11. NENEK MOYANG NABI MUHAMMAD SAW
  12. PERCAYA TAKHYUL
  13. GEMAR MABUK DAN BERJUDI
  14. Perampok kejam dan tidak sopan
  15. MUTHOLIB
  16. ABDUL MUTHALIB
  17. MENGGALI SUMUR ZAMZAM
  18. MENEMUKAN ZAMZAM
  19. BERNAZAR
  20. TEBUSAN SERATUS UNTA
  21. SI PENGUASA YAMAN
  22. PENYERBUAN
  23. SIKAP PENDUDUK MEKAH
  24. KEHANCURAN ABRAHAH
  25. SILSILAH NABI MUHAMMAD
  26. GADIS YANG MEMINANG
  27. Pernikahan Abdullah dengan Aminah
  28. KEMATIAN ABDULLAH
  29. KELAHIRAN MUHAMMAD
  30. YANG MENYUSUKAN

  31. KEBERKAHAN
  32. MUHAMMAD KEMBALI KE DUSUN
  33. PEMBELAHAN DADA

Senin, 27 Juli 2015

Sirah Nabawiyah 2 - ZAINAB - 33

ZAINAB

Zainab adalah putri tertua Rasulullah. Ia menikah dengan sepupunya. Abu Al Ash bin Rabi. Ibu Abu Al Ash bernama Halah. Ia adalah kakak perempuan Bunda Khodijah. Pernikahan itu berlangsung jauh sebelum Muhammad diangkat menjadi seorang Rasulullah. Adik-Adik tersayang , kisah cinta Zainab dan Abu Al Ash menjadi masyhur karena gelombang kesulitan yang kemudian mereka hadapi.

Abu Al Ash afalah orang yang jujur. Bisnisnya maju dan ia berpeluang menjadi seorang yang sangat sukses dalam berdagangan. Namun , ketika Rasulullah mulai memperkenalkan islam, Abu Al Ash tetap menyembah berhala. Sementara itu, Zainab bersegera memeluk agama baru itu. Ketika Islam makin menyebar, perlawanan kaum Quraisy semakin kuat. Ummu Jamil ,Istri Abu Lahab,   menyerukan agar Abu Al Ash menceraikan istrinya. Namun,    Abu Al Ash menolak.

Dalam perang Badar , Abu Al Ash menjadi prajurit Quraisy menghadapi pasukan Muslim. Abu Al Ash ter tangkap dan dibawa sebagai tawanan . Zainab yang masih tinggal di mekah mengirimkan kalung ibunya untuk menebus Abu Al Ash .Rasulullah amat terharu melihat kalung Almarhum Khodijah.

"Kalau kalian berpendapat tawanan ini sebaiknya dibebaskan tanpa uang tebusan, bebaskanlah dia, " kata Rasulullah kepada para sahabat.

Para sahabat terdiam . Uang tebusan biasanya berjumlah sangat besar. Jika Abu Al Ash dibebaskan tanpa uang tebusan , itu berarti mengurangi jatah uang untuk para sahabat Rasulullah. Padahal , mereka telah mempertaruhkan nyawa dalam perang. Apalagi saat itu banyak sahabat yang masih hidup melarat karena kekayaan diambil kaum Quraisy ketika mereka berhijrah ke madinah. Namun , para sahabat mengerti bahwa uang bukanlah tujuan mereka berpegang . Terlebih , mereka tidak ingin melihat Rasulullah berduka memikirkan perasaan putrinya. Para sahabatpun segera membebaskan Abu Al Ash.

Allah kemudian melarang pernikahan antara wanita muslim dengan seorang kafir.   Mengetahui hal itu, Zainab pun meninggalkan Abu Al Ash dan pergi ke madinah untuk bergabung dengan ayahnya . Tentu , Zainab dan Abu Al Ash amat menderita karena harus berpisah. Namun bagi Zainab, firman Allah berada di atas derita pribadi. Abu Al Ash pun melepas Zainab justru karena ia amat mencintai istrinya.

-------bersambung---------

Ensiklopedia Mini

Abu Al Ash Masuk Islam

Suatu ketika, kafilah dagang Abu Al Ash memohon bantuan Zainab di madinah. Saat itulah Abu Al Ash kemudian memeluk Islam. Mereka dikaruniai seorang putra bernama Ali yang wafat ketika bayi dan seorang putri bernama Umamah.

Sumber ; Buku Muhammad Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda) halaman  66-67

Sygma Daya Insani

Sirah Nabawiyah - Zaid bin Haritsah - 32

👳Zaid bin Haritsah👳

Suatu hari, keponakan bunda Khadijah yang bernama Hakim bin Hizam membawa seorang budak bernama Zaid bin Haritsah. Zaid tiba dibawa ke rumah bunda Khadijah dalam keadaan mengenaskan. Lehernya dibelenggu sehingga ia terpaksa merangkak seperti seekor kuda. Bunda Khadijah membeli Zaid dan memperlakukannya dengan baik.

Muhammad amat menyukai Zaid. Apalagi ketika Zaid bercerita bahwa ia dijadikan budak dengan cara diculik.

Lima belas tahun yang lalu, Zaid kecil sedang berjalan pulang dengan ibunya ketika datang para perampok gurun. Zaid disergap dan dibawa lari. Sejak itulah ia hidup sebagai seorang budak yang diperjualbelikan ke sana kemari. Nasiblah yang membawa Zaid akhirnya tiba di Pasar Ukazh, Mekah, tempat yang akan membawanya bertemu dengan Rasulullah SAW, orang yang amat Zaid cintai.

Melihat Muhammad amat menyayangi Zaid, Bunda Khadijah memberikan Zaid kepada suaminya itu. Bunda Khadijah yang bijaksana mengerti bahwa suaminya mengganggap Zaid seolah sebagai pengganti Qasim dan Abdullah yang telah tiada. Muhammad segera memerdekakan Zaid. Namun, secara tidak terduga, datanglah Haritsah, ayah Zaid.

Haritsah telah bertahun-tahun mencari Zaid sejak anaknya itu menghilang. Haritsah amat menyayangi dan merindukan Zaid sehingga ia membuat puisi kesedihan tentang anaknya itu. Zaid pun amat menyayangi ayahnya.

"Silakan membawa Zaid pulang," kata Muhammad kepada Haritsah. "Tetapi, seandainya Zaid memilih tetap bersama saya, saya tidak akan menolaknya."

Ternyata, Zaid lebih memilih tinggal bersama Muhammad. Muhammad amat bahagia sehingga mengangkat Zaid sebagai putra angkat beliau. Sejak itu, Zaid sering dipanggil Zaid bin Muhammad. Kelak, ketika Islam datang, Allah melarang anak angkat mewarisi harta ayah angkatnya yang telah wafat. Harta seorang ayah tetaplah menjadi hak anak kandung, bukan anak angkat. Maha Adil Allah Yang Agung.

-----bersambung-----

Ensiklopedia Mini :

🏇Syahid pada Perang Mu'tah🏇

Sebetulnya, Zaid tidaklah terlalu tampan. Kulitnya cokelat kehitaman, usianya sebelas tahun lebih muda dari Rasulullah SAW. Namun, semangat jihadnya tidak tertandingi. Kelak, ia gugur sebagai syuhada ketika menjadi panglima pasukan Muslim pada Perang Mu'tah melawan pasukan Romawi.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 2 (Masa Muda) halaman 64-65

Kuis Anak Muslim

yuuuk Siapa mau jawab pertanyaan ini???

1.  Siapakah Nabi yang merupakah Keluarga Luqman (QS Luqman)?

2.  Apa nama lain Al Qur'an yang artinya pembeda?

3.  Surat apakah yang dikenal dengan silsilah nasab Allah SWT?

4.  Binatang apakah yang menjadi perantaraan mukjizat Nabi Shalih as.?

5.  Siapakah sahabat yang menuliskan wahyu pertama Rasulullah saw?

6.  Berapa kalikah nama Rasulullah saw disebutkan dalam Al Qur'an?

7.  Surat apakah yang pertama kali diturunkan secara lengkap kepada Rasulullah saw?

8.  Siapakah sahabat yang merdu suaranya ketika membaca Al Qur'an sampai membuat Rasulullah saw menangis?

9.  Siapakah satu-satunya wanita yang disebutkan dalam Al Qur'an?

10. Siapakah penulis pertama tafsir Al Qur'an?

Jawaban

1. Nabi Ayyub
2. Al Furqaan
3. Al Ikhlas
4. Unta betina
5. Ali bin Abi Thalib
6. 5 Kali (1 kali Ahmad, 4 Kali Muhammad)
7. Al Fatihah
8. Abdullah bin Mas'ud
9. Siti Maryam
10. Sa'id bin Jarir

grup wa ODOS

Sirah Nabawiyah 2 - RUMAH TANGGA MUHAMMAD - 31

"RUMAH TANGGA MUHAMMAD"

  Saudaraku pecinta Rosulullah, Muhammad selalu membuat suasana rumah nya menjadi hidup dgn canda dan keramahan. Beliau suka berkelakar kepada siapapun. Bukan hanya kepada istri dan putri -putri nya, beliau juga amat ramah kepada pembantunya.

  Anas bin Malik adalh pembantu rumah tangga Muhammad setelah beliau diangkat menjadi Rosulullah dan hijrah ke Madinah. Dia pernah ikut keluarga Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam selama dua belas tahun. Dengarlah yang Anas katakan, "Saya melayanini Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam sejak saya berusia delapan tahun. Selama dua belas tahun, beliau belum pernah memarahi saya satu kali pun walau saya melakukan kesalahan".

  "Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam paling suka makan sambil duduk bersila di lantai," kata Anas bin Malik lagi. Beliau paling suka makan bersama. Beliau pernah berkata, "Sungguh malang orang yang makan sendirian,"

   "Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam gemar makan daging, tetapi beliau lebih sering menyantap kurma dan minum susu. Jika ada yang menyuguhinya semangkuk susu, beliau akan berkata, "Allah memberi rahmat pada susu. Mudah - mudahan masih ada lagi,"

  Saudaraku pecinta Rosulullah, sejak muda, Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam amat gemar memakai parfum. Bau wewangian itu akan membuat orang- orang di sekitar nya merasa senang. Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak menyukai baju berwarna merah. Beliau lebih suka baju berwarna lurik atau putih.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga gemar memakai serban dengan salah satu ujungnya menggelantung di antara pundak. Beliau tidak pernah menggunakan baju yang seluruh nya terbuat dari sutra.

Saudaràku pecinta Rosulullah, kemudian datang lah satu orang yang amat Muhammad sayangi.Begitu sayangnya sampai beliau mengangkat nya sebagai anak. Siapakah orang yang beruntung itu ?

----- Bersambung ----

Eñsiklopedia mini

Siwak

Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam amat bersih. Beliau sangat sering berwudhu. Pakaian nya juga tidak pernah kotor. Beliau selalu membawa siwak kemana - mana. Siwak adalah batang semak gurun sebesar pensil. Siwak digunakan untuk membersihkan gigi. "Kalau saya tidak ingin nanti memberatkan umat, saya akan mewajibkan kegiatan membersihkan gigi" sabda Rosulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam kemudian.

Sumber : Buku Muhammad Teladanku jilid 2 ( masa muda ) halaman 62-63

Sirah Nabawiyah 2 - Putra - putri Muhammad - 30

 "Putra - putri Muhammad"

Saudaraku pencinta Rosulullah, Bunda Khadijah adalah wanita yang terbaik. Beliau wanita yang penuh kasih, setia, dan menyerahkan seluruh hidupnya untuk suami tercinta. Setelah 15 tahun berumah tangga, beliau melahirkan 6 orang anak. Mereka adalah Ruqayyah, Zainab, Ummu Kalsum, Fatimah, Qasim, dan Abdullah. Namun, Qasim dan Abdullah wafat ketika mereka masih bayi, sedangkan keempat anak perempuan yang lain tetap hidup hingga dewasa. Kita dapat membayangkan betapa sedihnya Muhammad dan Bunda Khadijah.

Ketika pulang ke rumah dan duduk di samping Bunda Khadijah, Muhammad sering melihat kesedihan di wajah istrinya. Saat itu, mempunyai anak laki-laki bagi masyarakat jahiliyah adalah hal yang penting dan dianggap sebagai sebuah kebanggaan. Sebaliknya, mempunyai anak perempuan adalah hal yang amat memalukan, bahkan banyak orang yang memilih mengubur bayi perempuannya hidup-hidup daripada memeliharanya.

Tentu saja Muhammad dan Bunda Khadijah tidak merasa malu memiliki anak-anak perempuan. Mereka menyayangi semua anak mereka tanpa pilih kasih. Apalagi putri bungsu mereka,  Fatimah yang saat itu baru berusia 5 tahun, adalah anak cantik dan sedang lucu-lucunya. Hanya saja, kehilangan dua anak laki-laki yang masih bayi merupakan derita yang berat bagi orangtua manapun.

Untuk mengusir rasa sedih yang sering datang merundung itu, apa yang dilakukan Muhammad?

== to be continued ==


Ensiklopedi Mini:

"Kekayaan Terbesar"

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata bahwa kekayaan terbesar adalah istri yang shalehah. Bunda Khadijah adalah kekayaan terbesar Rasulullah, pada saat-saat paling sulit dalam hidupnya.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 2 hal. 60 - 61

#SygmaDayaInsani
#MuhammadTeladanku
#OneDayOneShiroh

Sirah Nabawiyah 2 - HAJAR ASWAD - 29

" HAJAR ASWAD "

Ayah Bunda, ternyata yang datang pertama kali sekali dari pintu Shafa adalah Muhammad. Orang-orang pun bersorak lega.

"Ini dia Al Amin!" seru mereka. "Ia adalah orang yang bisa dipercaya. Kami yakin dia bisa memecahkan persoalan ini. Kami akan menerima putusannya."

Orang-orang Quraisy pun menceritakan persoalan yang mereka alami. Muhammad yang saat itu belum berumur 30 tahun, memandang mereka dengan matanya yang teduh dan bijaksana. Muhammad melihat berkobarnya api permusuhan pada mata setiap orang dari masing-masing kabilah Quraisy. Keadaan ini benar-benar genting. Kalau salah mengambil keputusan, akan terjadi pertumpahan darah diantara kabilah-kabilah itu.

Muhammad berpikir sejenak, lalu ia berkata, "Tolong bawakan sehelai kain."

Kain pun segera diberikan. Muhammad mengambil dan menghamparkan kain itu. Ia lalu mendekati Hajar Aswad. Diangkatnya batu hitam itu dan diletakkan di tengah-tengah kain.

"Hendaknya, setiap ketua kabilah memegang ujung kain ini," kata beliau lagi.

Kemudian, para ketua kabilah memegang ujung kain dan bersama-sama mengangkat Hajar Aswad. Di tempat Hajar Aswad semula berada, Muhammad mengangkat dan meletakkannya kembali.

Semua pihak merasa amat puas dengan keputusan Muhammad yang adil itu.
Demikianlah Ayah Bunda, pada waktu mudanya, Rasulullah SAW telah menjadi orang yang cerdas dan bijaksana.
----bersambung----

Ensiklopedi Mini :

" Hajar Aswad "

Tanggal 18 Januari 930 muncul 1.500 orang gerombolan Sekte Qaramithah yang menyusup dalam rombongan jamaah haji. Enam hari kemudian, mereka mencuri dan menyandera Hajar Aswad. Lebih dari dua puluh tahun kemudian, yaitu tahun 951Masehi, Khalifah Al Mansur dari Dinasti Fathimiyyah menebusnya dengan harga luar biasa dan mengembalikannya ke Mekah.

Sumber :
Buku Muhammad Teladanku
Jilid 2 (Masa Muda)
Halaman 58-59

Sirah Nabawiyah 2 - MEMBANGUN KA'BAH - 28

MEMBANGUN KA'BAH.    

Sodaraku tercinta, pengerjaan sudut -sudut ka'bah dibagi dalam 4 bagian. Setiap kabilah masing-masing mendapat satu sudut yang harus dirombak Dan dibangun kembali.Pemugaran ka'bah dimulai dengan memindahkan patung Hubal dan patung kecil lainnya.Setelah itu,dilanjutkan debgan membersihkan pelataran dan membongkar dinding serta fondasi.Muhammad ikut terlibat dalam pekerjaan yang berlangsung berhari -hari  itu.                                    

     Ada sebuah batu fondasi  berwarna hijau yang tidak bisa dibongkar   dengan cara apapun, batu itu mereka biarkan.selanjutnya, didatangkanlah  batu -batu granit biru dari bukit sekitar. sebuah bahan pencampur semen bernama bitumen yang didatangkan Dari Syria pun mulai digunakan.Pemugaran ka'bah ini sebenarnya   lebih menyerupai perbaikan hasil karya Nabi Ibrahim 'alaihisalam Dan Nabi Ismail 'alaihisalam.            
     Fondasi ka'bah ditinggikan sampai 4 hasta ditambah satu jengkal atau sekitar 2 meter. Kedalamnya di urug tanah menjadi lantai yang sulit di capai air jika banjir datang kembali. Bersamaan dengan itu,pintu disisi timur lautpun diangkat setinggi fondasi.Dinding dinaik kan  sampai delapan belas hasta. Saat itulah ka'bah mulai  diberi atap dengan ditopang dua deret tiang kayu yang masing-masing terdiri atas tiga buah tiang  atas bekas kapal yang tandas itu. Sebuah tangga naik Turun juga disiapkan. Kini Ka'bah bebas Dari banjir. Isinya terlindung dari hujan,panas, Dan tangan jahil pencuri.    

     Pembagunan berjalan lancar sesuai dengan rencana sampai dinding tembok mencapai tinggi satu setengah meter dan tiba saatnya batu hitam, Hajar Aswad, ditempatkan kembali ditempat  ketempat semula disudut timur. Karena ini merupakan upacara suci penuh kehormatan,berebutlah kabilah untuk melaksankannya. Kabilah Abdu Dar merasa lebih berhak dari pada kabilah lain sehingga kedua kelompok saling beradu mulut sampai suasana menjadi semakin panas.

     Di tengah keadaan itu,muncul Abu Umayah bin Mughirah. Ia adalah orang tua yang dihormati dan dipatuhi. Ia pun mengajukan sebuah usul yang disetujui oleh semua pihak,"Serahkannlah putusan kamu ini  ditangan orang yang pertama sekali memasuki pintu shafa."

Orang -orangpun menoleh dan menanti.siapakah yang  kiranya akan datang pertama kali?  

   ---bersambung---

Ensiklopedi mini
Minuman tidal beralkohol
Ada sumber yang mengatakan bahwa dalam pernikahan Muhammad Dan Khadijah, minuman yang dihidangkan adalah minuman  temuan Baru Abdullah bin Jud'an yang tidak beralkohol .penemuan resep  ini dari Persia.

Sumber:
Muhammad Teladanku (masa muda) jilid 2 hal 56-57
Sygma  Daya Insani Jawa Barat

 

Cuman Cerita Kami Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template