Kamis, 30 April 2015

Tanya Jawab Parenting Nabawiyah

:::::: PARENTING NABAWIYYAH ::::::

*Budi Ashari, Lc
.:  Lelah mendidik anak?
 Itu adalah bukti bahwa anda belum menikmati proses dan hasil mendidik anak.

.: Apakah kita bahagia setelah anak kita sukses (sarjana, dapat kerja, dll)? 
Itu terlalu lama. Apalagi kalau anaknya banyak. 
Anak-anak itu aset. Bukan beban. Anak sholeh yang bisa mendoakan orang tuanya, itu aset. Ketika kita meninggal, maka yang paling berhak mensholatkan kita adalah anak kita. Itu aset. Sholat jenazah itu isinya doa semua. Anak itu kekayaan di dunia dan akhirat.
Rosululloh bersabda: "Kamu (anak lelaki) dan hartamu milik orang tuamu."

Artinya, walaupun sudah menikah, orang tua punya hak atas harta kita.
Anak-anak yang kita dorong untk menghafal Al Qur'an 30 juz kelak di hari kiamat yang mendapat keistimewaan bukan hanya anak itu, tapi juga orang tuanya (mahkota). 
Hilangkan anggapan bahwa anak-anak itu beban. Anak-anak kita tidak numpang hidup pada kita. Numpang? Anda sombong. Bayi lahir sudah membawa rezekinya. Yang menjadi masalah adalah kita belum "percaya" pada Alloh. 

Tidak ingin punya anak banyak karena biaya pendidikan mahal? Logis. Tapi itu iman belubberperan.
Kalau anak adalah aset, maka kita ingin punya sedikit atau banyak?

Apa fungsinya sabar dan syukur kalau bukan untuk bahagia. Tawakkal. Petani itu bahagia saat tanamannya tumbuh baik, padahal belum panen. Saat hujan turun, padahal belum menanam.

Jadi bahagia itu jangan tunggu panen, jangan tunggu sampai anak besar. Asal prosesnya baik. Kalau seperti ini, maka orang tua akan bahagia sepanjang usia anaknya.

Ada masanya ketika orang tua panen raya. Syaratnya, hanya dengan cara Islam. Mendidik anak itu persis seperti menanam pohon.
Alloh berfirman dalam QS. 3:35-37, didik anak dengan pertumbuhan yang baik.


Di akhir QS. Al Fath berbicara tentang proses pertumbuhan tanaman hingga ia kokoh. Tapidalam ayat ini Alloh tidak membahas hingga tanaman tersebut berbuah. Namun hingga tahapini sudsh menyenangkan hati penanamnya.

Alloh berbicara ini (tanaman) ketika Rosul mendidik sahabat-sahabatnya.
Dalsm surat ini, belum panen saja Alloh sudah memberikan kebahagiaan.

Anak kita yang menanam siapa? Kita. Setiap proses pertumbuhannya kita merasakan bahagia. 

Lalu kapan Alloh bicara buahnya? Di QS. Ibrohim: 24-25. Baiknya anak kita nanti, maka itu adalah hak Alloh. Tugas kita adalah menanamnya dengan baik. Semoga kelak Alloh mengizinkan agar hasilnya baik juga.

Tapi ingat, pohon itu kan yang kita konsumsi bukan hanya buahnya. Mendidik anak juga sama. Tetapi itu dengan izin Alloh. Maka didiklah anak kita dengan maksimal. Ikuti caranya.

Dalam sebuah hadits Rosululloh menyampaikan bahwa ada sebuah pohon. Dimana Keberkahan pohon itu seperti keberkahan seoranng mukmin. Pohon apa itu? Pohon kurma.

✅ Pelajari pohon kurma untuk mendidikan anak kita. Pohon kurma itu berkah, kata Rosul. Kurma itu berbuahnya perlu waktu lama, sekitar 8 tahun. Tapi hasilnya juga sesuai dengan kesabaran kita memetik buahnya.

✅ Sama seperti pohon zaitun yang bisa menopang perekonomian Spanyol. Jika pohon ini baik, maks ia akan lebih panjang dari usia kita.

✅ Pohon ini usianya ratusan tahun. Terus berbuah. Nutrisi kurma berbeda dengan nasi. Sesuai dengan kesabaran menunggunya berbuah. 

✅ Yang tumbuh pertama dari pohon kurma adalah thol/ mayang/ bakal buah, tapi perlu dikawinkan dulu. Berdasarkan hasil penelitian, mayang jantan kurma, memiliki warna, aroma, dan fungsi yang mirip seperti sperma manusia. 

✅ Mayang, akan tumbuh berwarna hijau (kholal), menyenangkan dari segi pemandangan walau rasanya belum manis. Anak kita pun demikian. 

✅ Susui dengan cara yang benar. Usia 3-6 tahun adalah usia yang sangat penting mendapatkan sentuhan dari orang tuanya karena sedang pandai untuk meniru.

✅ Konsep pendidikan yang paling tepat di saat itu adalah keteladanan. Memang belum manis. Tapi kalau anak berperilaku baik dan lucu akan menyenangkan.

✅ Setelah kholal kemudian akan menjadi berwarna kuning. Mulai ada sedikit rasa manisnya. Setiap fase ada warna-warna indah pada anak-anak kita.

✅ Kemudian berwarna merah (balah). Rasanya sudah mulai enak. Kalau sudah usia 7 tahun Nabi perintahksn untk sholat. Dijaga hingga 10 tahun. Evaluasi. Bacaannya. Masih disuruh-suruh atau tidak. Bahkan Nabi memerintahkan untuk memukul dengan pukulan pendidikan. Jika sholatnya baik, yang lainnya akan baik. Dan perjelas status dia laki-laki atau perempuan. Pisahkan tempat tidur mereka. Apalagi dengan orang lain. 

✅ Usia 10 tahun seharusnya sudah tidak boleh cium tangan dengan gurunya. Sebaiknya pendidikan dipisah mulai usia 10 tahun. Pelanggaran di tahap ini akan buruk di usia berikutnya. 

✅ Tanamkan ilmu agama terlebih dahulu. Bukan ilmu umum dulu. Bacakan ayat-ayat Al Qur'an. Sucikan hati mereka. Ajari ilmu tafsir dan ilmu hadits Nabi. Sesuai dengan QS. Al Jumu'ah: 2. Lalu kemana ilmu eksak? Itu nanti. Ada di dalam QS. Al Baqoroh.

✅ Fase rusyda. Usia baligh. Bicara masalah harta. QS. An-nisaa': 5 dan 6. Kemampuan menyimpan dan mengembangkan uang dengan baik, dll.

✅ Kemudian kurma itu dari berwarna merah menjadi ruthob. Warnanya coklat. Rasanya manis sekali. Pada saat inilah anak akan berperilaku baik dengan sendirinya karena telah ditanamkan nilai-nilai kebaikan pada fase-fase sebelumnya.

✅ Semoga kelak anak kita menjadi anak yang sholih dan sholihah. Aamiin.

______
📚 Oleh: Budi Ashari, Lc.
07:13
Al-Quran Memorization Training (AMT) Jogja mempersembahkan:
40 Hari Menghafal Al-Quran 30 Juz. Insya Allah:
🎈Karantina: 1 Mei - 09 Juni 2015
🎈Di Yogyakarta
🎈Kontribusi Rp 4jt bagi 10 pendaftar pertama.
🎈dibimbing oleh:
🔹Para Muhafizh (Putra) dan Muhafizhah (Putri)
Cara Pendaftaran:
Ketik sms:
Daftar/nama/umur/asal/no Hp
Kirim ke 085747939474 (putra) atau 085600763290 (putri)

Info dan Contact Person:  085747939474 / 085725745972  (putra)
085600763290 / 081904224048 (putri)

17

Judul ke 17

 MENGGALI SUMUR ZAMZAM 

Saudaraku tercinta, saat itu sumur zamzam telah terkubur dan dilupakan orang selama ratusan tahun. Namun, Abdul Muthalib tidak pernah lupa pada sejarah Mekah bahwa dulu pernah ada mata air yang menghidupi Mekah, mata air yang memancar keluar oleh kaki Ismail.

"Aku harus menemukannya!" pikir Abdul Muthalib. "Aku harus menemukan kembali sumur zamzam yang telah dilupakan orang! Apalagi aku bertugas menyediakan air dan makanan bagi penduduk Mekah."

Pikiran seperti itu tidak pernah hilang dari benaknya, "Aku harus menemukannya! Aku harus menemukannya!"

Setelah itu, Abdul Muthalib mengambil tembilang dan memanggil putra satu-satunya, "Harits, temani Ayah mencari dan menggali kembali Sumur Zamzam!"

Harits mengangguk. Kemudian, mereka mulai mencari di mana dulu letak Mata Air Zamzam berada. Setelah beberapa kali mencoba menggali di beberapa tempat, sumur zamzam tidak juga ditemukan.

"Ayah, mungkin Sumur Zamzam memang telah hilang," kata Harits.

"Tidak, Nak! Ayah yakin sumur itu masih ada! Kita harus menemukannya! Orang-orang Mekah akan hidup lebih baik jika Sumur Zamzam ada di tengah kita!"

Dengan gigih, keduanya pun terus mencari. Orang-orang Quraisy, penduduk asli Mekah, melihat perbuatan mereka dengan heran.

"Mengapa engkau masih terus menggali, Abdul Muthalib? Bukankah dulu nenek moyang kita, Mudzaz bin Amr pernah menggalinya, namun tidak berhasil?"

Abdul Muthalib menaruh tembilangnya dan duduk. Ya, ratusan tahun yang lalu, Mudzaz bin Amr, mertua Nabi Ismail AS, pernah mencoba menggali Zamzam, namun tidak berhasil. Padahal, saat itu Mudzaz telah mempersembahkan sesaji berupa pedang dan pelana berpangkal emas agar Sumur Zamzam ditemukan.

Saudaraku tercinta, apakah Abdul Muthalib menyerah dan menghentikan penggalian?

----- to be continued----

Ensiklopedia Mini :

* Sumber Air Mekah *
Abdul Muthalib adalah pengurus air dan makanan bagi tamu-tamu yang datang ke Mekah. Setelah ratusan tahun Sumur Zamzam tertimbun, air harus didatangkan dari beberapa sumur yang terpencar-pencar di sekitar Mekah.

Sumber : Buku 'Muhammad Teladanku' jilid 1 (Kelahiran Muhammad) halaman 34-35

#SygmaDayaInsani
#OneDayOneShiroh
#MuhammadTeladanku

SIRO SYGMA JABAR

16

Judul ke 16

ABDUL MUTHALIB

"Tidak, aku tidak akan membiarkannya pergi." Jawab Salma. "Ia buah hatiku satu-satunya. Wajahnyalah yang senantiasa mengingatkan aku akan wajah ayahnya."

"Aku juga menyayangi Hasyim." Jawab al-Muthalib, "bukan cuma aku, tapi penduduk kota Mekah juga menyayanginya. Mereka pasti akan senang sekali menyambut kedatangan putra Hasyim. Begitu melihat wajah anak ini, rasa sayangku timbul kepadanya. Seolah-olah, aku melihat Hasyim hidup kembali dan berdiri di hadapanku. Izinkan aku membawanya pergi. Sesungguhnya, Mekah adalah kerajaan ayahnya dan Mekah adalah tanah suci yang dicintai oleh seluruh bangsa Arab. Tidakkah pantas putramu pergi ke sana dan melanjutkan pemerintahan ayahnya?"

Salma memandang Syaibah dengan mata berkaca-kaca. Hatinya ingin agar putra satu-satunya itu tetap di sisinya. Namun, ia tahu masa depan Syaibah bukan di Yatsrib, melainkan di Mekah. Akhirnya, ia pun mengangguk, "Baiklah, kuizinkan ia pergi."

Dengan amat gembira, Al-Muthalib mengajak keponakannya itu pulang. Syaibah duduk membonceng unta di belakang pamannya. Ketika mereka tiba di Mekah, orang-orang menyangka bahwa anak yang duduk di belakang Al-Muthalib adalah budaknya.

"Abdul Muthalib (Budak Al-Muthalib)! Abdul Muthalib!" Panggil mereka kepada Syaibah.

"Celaka kalian! Dia bukan budakku, dia anak saudaraku, Hasyim!"

Namun, orang-orang terlanjur menyebutnya demikian sehingga akhirnya nama Syaibah pun terlupakan. Setelah itu, ia dikenal dengan nama Abdul Muthalib. Ia kelak menjadi kakek Nabi Muhammad SAW.

Setelah tumbuh dewasa, Abdul Muthalib menjadi seorang pemuka Mekah sebagaimana Hasyim, bapaknya.

Saudaraku tercinta, pada zaman pemerintahannya, abdul Muthalib melakukan sebuah perbuatan yang akan dikenang orang sepanjang zaman. Perbuatan apakah itu?

-------- to be continued ---------

* Ensiklopedia mini*

HARTA ABDUL MUTHALIB

Setelah Hasyim meninggal, hartanya dikuasai oleh Naufal, adiknya yang terkecil. Ketika dewasa, Abdul Muthalib hendak meminta harta ayahnya, tetapi Naufal menolak. Abdul Muthalib pun meminta bantuan kerabat ibunya yang tinggal di Yatsrib. Orang-orang Yatsrib mengirimkan 80 pasukan berkuda. Naufal pun ketakutan dan menyerahkan harta Hasyim kepada Naufal.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku jilid 1 (Kelahiran Muhammad), halaman 32-33.

*Sygma Daya Insani*

15

BISMILLAH.. Mari kita lanjutkan lagi kisah di grup kita,judul ke-15 tentang


       "MUTHOLIB"

Saudaraku tercinta, suatu hari, Hasyim pergi berdagang menuju Syam. Ketika melewati Yatsrib (yang kemudian disebut Madinah), Hasyim melihat seorang wanita baik-baik dan terpandang.
  "Siapakah wanita itu?" tanya Hasyim kepada orang-orang Yatsrib.
   "Ia adalah Salma binti Amr."
   "Apakah ia telah bersuami?"
   "Suaminya telah tiada. Kini ia seorang janda."

Mendengar itu, Hasyim melamar Salma dan Salma pun menerimanya. Mereka lalu menikah. Hasyim tinggal di Yatsrib beberapa lama. Ketika Salma mengandung, Hasyim melanjutkan perniagaannya. Namun itulah kali terakhir Salma melihat suaminya karena Hasyim tidak pernah kembali lagi. Hasyim meninggal dunia di Palestina.

Salma melahirkan seorang anak laki-laki yang kemudian diberi nama Syaibah.

Sementara itu, sepeninggal Hasyim, kedudukannya sebagai pemuka masyarakat Mekah dipegang oleh adik Hasyim yang bernama Al Mutholib.

Al Mutholib juga seorang laki-laki terpandang yang dicintai penduduk Mekah. Orang-orang Quraisy menjulukinya dengan sebutan Al Fayyadh yang berarti Sang Dermawan. Suatu hari, ia mendengar bahwa Syaibah, keponakannya yang tinggal di Yatsrib, sedang tumbuh remaja.

"Aku harus menemuinya," pikir Al Mutholib, "Ia adalah anak kakakku. Dulu, ayahnya adalah pemuka Mekah, maka ia harus pulang untuk melanjutkan kekuasaan ayahnya menggantikan aku".

Ketika Al Mutholib bertemu Syaibah di Yatsrib, ia tersentak, "Anak ini benar-benar mirip Hasyim."
"Mari Nak, ikut paman ke Mekah," ajak Al Mutholib sambil memeluk Syaibah.
"Tetapi, jika Ibu tidak mengizinkan pergi, aku akan tetap tinggal di sini, " jawab Syaibah.

Saudaraku tercinta, apakah Salma akan membiarkan buah hatinya yang baru tumbuh remaja itu pergi ke Mekah yang begitu jauh?


....To be continued....


*Ensiklopedi mini

Syaibah

Nama syaibah diberikan karena ada rambut putih ( uban ) di kepalanya sejak kecil. Selain Syaibah, Hasyim telah memiliki empat putra dan lima putri yang tinggal di Mekah.


Sumber:
Buku Muhammad Teladanku Jilid 1 ( kelahiran Rasulullah ) halaman 30-31

Sygma Daya Insani, Jawa Barat⁠⁠

14

BISMILLAH.. Kita lanjutkan lagi ya ceritanya. Kali ini judul ke 14:

"Perampok kejam dan tidak sopan"

Saudaraku, mencuri dan merampok saat itu adalah hal yang biasa. Hanya sebagian kecil saja orang yang tidak pernah melakukannya. Perampok pun bukan cuma mengincar harta dan benda, tetapi juga orang yang dirampok. Perampok biasa menjadikan orang-prang yang telah dirampoknya menjadi tawanan dan budak belian.

Saat itu, perilaku bangsa arab amat kejam, sampai melewati batas perikemanusiaan. Anak-anak perempuannya sendiri mereka bunuh. Ada yang dikubur hidup-hidup ke dalam tanah, ada pula yang ditaruh dalam tong dan diluncurkan dari tempat yang tinggi. Mereka malu jika mempunyai anak perempuan.

Mereka juga suka menyiksa binatang. Jika seseorang mati keluarganya mengikat unta diatas kuburan dan tidak memberikan makan serta minum sampai unta itu mati. Mereka beranggapan unta itu kelak akan menjadi tunggangan si mati.

Musuh yang tertangkap di perlakukan sangat kejam. Mereka biasa mengikat musuh pada seekor kuda dan membiarkan kuda tersebut berlari sehingga orang yang diikat itu mati terseret-seret. Telinga atau hidung musuh yang kalah dijadikan kalung, serta tengkoraknya dijadikan tempat minum arak.

Orang jahiliah juga tidak mengenal sopan santun. Saudaraku, mereka biasa berkeliling ka'bah tanpa memakai pakaian.

Begitulah kebiasaan orang orang arab saat itu.

Saudaraku mereka adalah bangsa yang maju perdagangannya, pandai membuat perkakas, membuat obat, ahli astronomi, serta mahir bersyair. Namun mereka juga mempunyai banyak kebiasaan buruk.

*ensiklopedi mini*

Memakan bangkai binatang dalam urusan makan dan minum pun tidak ada yang tidak dilarang segala macam binatang boleh dimakan. Binatang yang sudah mati pun disayat dagingnya dibakar dan dimakan. Mereka juga suka meminum darah binatang dan memakan darah yang dibekukan.

Sumber: Buku Muhammad Teladanku
Jilid 1 "Kelahiran Rasulullah"
Halaman 28-29
Sygma Daya Insani⁠⁠[4/28/2015, 14:04] shiro odos:

13

Asslm. Ayah dan Bunda, kita lanjutkan lagi ya ceritanya, kali ini judul ke  13 tentang :

"GEMAR MABUK DAN BERJUDI"

Bangsa Arab pada masa itu sangat gemar meminum arak. Hampir semua orang adalah peminum, kecuali beberapa saja yang tidak.

"Bawa ke mari minumannya ! kita minum sambil berjudi" kata seseorang kepada teman-temannya.

Para pelayan datang membawakan baki dan botol-botol minuman. Orang-orang datang berkumpul sambil tertawa.

"Hei, panggil para penari!" perintah tuan rumah.

Para penari datang disambut tepukan dan sorak-sorai. Ketika minuman mulai membuat mereka mabuk, seseorang kembali berseru, "Bawakan alat-alat judi kemari!"

Orang pun membawakan alat-alat judi berupa bilah-bilah kayu dan sebuah kantung kulit. Beberapa ekor unta dipotong, yang kalah berjudi harus membayar unta-unta tersebut.
Ayah dan Bunda, selain berjudi, dengan memotong unta, mereka juga berjudi dengan bermacam-macam cara.

Demikianlah, minum sambil berjudi adalah kebiasaan yang amat digemari oleh Bangsa Arab saat itu. Bahkan, setelah Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam, masih banyak para pemeluk baru agama ini yang masih suka meminum arak sampai turunlah perintah Allah SWT yang berangsur-angsur mengharamkan orang meminum minuman keras.

Selain berjudi dan minum arak, apalagi yang dilakukan orang pada masa jahiliah ?

--- to be continued ---

Ensiklopedi Mini :

*BARM*

Judi memotong unta adalah judi yang paling digemari orang Arab Jahiliah. Bilah-bilah kayu dikocok dalam kantung dan dibagikan. Orang yang mendapat undi kosong dinyatakan kalah dan harus membayar unta yang dipotong. Daging unta kemudian dibagikan kepada fakir miskin. Orang yang tidak suka berjudi semacam ini dipandang sebagai seorang yang kikir, yang biasa disebut barm.

Sumber :
Buku Muhammad Teladanku
Jilid 1(Kelahiran Rosululloh).
Halaman 26-27
Sygma Daya Insani⁠⁠

Kisah Sirah Nabi Muhammad - NENEK MOYANG NABI MUHAMMAD SAW - 11

Saudaraku,kita lanjutkan lagi kisahnya,sekarang Judul ke 11

NENEK MOYANG NABI MUHAMMAD SAW



Salah seorang nenek moyang Nabi Muhammad SAW bernama Hasyim bin Abdul Manaf. Ia adalah pemuka masyarakat yang berkecukupan. Masyarakat Mekah mematuhi dan menghormatinya.

"Wahai penduduk Mekah, aku membagi perjalanan kalian menurut musim. Jika musim dingin tiba, pergilah berdagang ke Yaman yang hangat. Jika musim panas, giliran kalian pergi ke Syam yang sejuk!" Demikian keputusan Hasyim.

Saudaraku tercinta, Hasyim tambah disayangi penduduk Mekah karena pada suatu musim kemarau yang mencekam, ia pernah membawa persediaan makanan dari tempat yang jauh. Padahal, saat itu makanan amat sulit didapat.

"Terima kasih, wahai Hasyim! Engkau menolong kami dengan pemberian makanan ini!" Seru penduduk Mekah.

Di bawah kepemimpinan Hasyim, Mekah berkembang menjadi pusat perdagangan yang makmur. Pasar-pasar didirikansebagai tempat berniaga kafilah-kafilah dagang yang datang dan pergi silih berganti, baik pada musim panas maupun pada musim dingin. Demikian pandainya penduduk Mekah berdagang, sampai-sampai tidak ada pihak lain yang mampu maenyaingi mereka..

Akan tetapi, disamping kemajuan besar itu, masyarakat Arab juga mengalami kemunduran luar biasa. Itulah sebabnya mereka dijuluki masyarakat Jahiliyah alias masyarakat yang diliputi kebodohan. Itulah juga sebabnya sampai Allah SWT mengutus Rasul terakhir-Nya di tempat ini.

Saudaraku tercinta, apa saja yang dilakukan bangsa Arab saat itu sehingga mereka dijuluki "masyarakat jahiliyah"?

----- to be continued ------

Ensiklopedia mini :

* PEMBAGIAN URUSAN *
Beberapa jabatan pemerintahan di Mekah diantaranya : Hijabah (pemegang kunci Ka'bah), Siqayah (penyedia air dan makanan buat para peziarah), Rifadah (mengatur pembagian dana dari orang kaya untuk fakir miskin), Qiyadah (mengatur urusan peperangan).

Sumber : Buku 'Muhammad Teladanku' jilid 1 (Kelahiran Muhammad) hal 22-23.

*Sygma Daya Insani*
 

Cuman Cerita Kami Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template